Archive for the 'sekarang' Category

Duh.. Pe Er..

Duh.. pe-er lagi dari si Gundul. Rese ah..

THE THINGS I’M PASSIONATE ABOUT:
1. Islam
2. Bapakku dan Ibuku
3. Omar dan Arkaan (pada intinya keluarga)
4. Perubahan untuk menjadi lebih baik
5. Baca buku

THE THINGS I SAY OFTEN:
1. Salam dan sejenisnya
2. “Arkaaaaaaaannn”
3. “Ho’oh”
4. “I see”
5. “Masa?”

Read more »

Tentang Dia (Yang Tak Kalian Kenal)

Dia adalah perempuan biasa yang dilumuri cacat dan khilaf. Dia masih belajar untuk berlari walaupun berulang kali tersandung sana sini. Dia adalah perempuan biasa yang setiap hari menyuarakan semangat pagi ke jiwanya dan orang-orang terdekatnya. Semangat pagi di kala siang, sore, dan malam. Semangat untuk menuju ke perubahan yang lebih baik, katanya.

Setiap manusia memiliki kekurangan, pun dia sadari ini. Kekurangannya pun tak terhingga banyaknya hingga nyaris setiap saat air mata itu jatuh perlahan. Oh iya, perempuan kan sensitif. Sensitif untuk menangis, menikmati emosinya (secara sadar ataupun tidak) - bahkan pada saat menangis itu, ia pun menikmatinya. Ada sensasi indah yang ia rasakan saat merasakan kelemahannya, ujarnya singkat waktu itu.

Read more »

Cerita Tentang Saudara Blogger (A-C)

Saya ingin mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau saya jarang banget blogwalking. Hal ini dikarenakan kerjaan yang terus menumpuk dan akan terus seperti itu sampai saya bertemu dengan hari libur Nasional (sepertinya sih). Tenang, saya menikmatinya kok. Alhamdulillah diberikan pekerjaan yang membuat saya deg-degan, senang, kalut, kecewa (kadang-kadang), bahkan ikut-ikut cemas seperti menejer saya yang pintar mengolah emosi-emosi saya itu. :D

Kali ini saya ingin bercerita tentang saudara-saudara Blogger saya, yang sudah memberikan pencerahan sedemikian rupa, menginspirasi, membuat hidup semakin hidup - ibaratnya sih. Hehe. Untuk kalian, terimakasih banyak atas perhatian, kritik, guyonan, support, dan semua hal yang sudah dilimpahkan kepada saya. Jika saya tidak bisa membalas segala kebaikan kalian di dunia, semoga Allah yang membalaskannya kepada kalian. Amin.

Tak kenal maka tak sayang, maka saya ingin memperkenalkan mereka yang ada di list Teman dan Penting. Silakan disantap, mumpung hangat. :D

Read more »

Santai Sejenak

Diluar mau hujan. Awan sudah semakin gelap sejak terakhir saya ke ruang tamu untuk main sama Arkaan (keponakan). Pantas saja seharian terasa gerah, taunya mau hujan.

Istirahat dulu ah, sebelum kembali ditenggelamkan dengan file excel yang katanya menejer saya tadi: Stressed! 100% covered. Paranoid alias berlebihan banget deh. (Padahal saya juga kebat kebit dari kemarin.. hiks).

Kebiasaan buruk saya kalau sedang kerja, selalu ada waktu “istirahat” yang saya tentukan sendiri - diluar istirahat jam makan siang dan jam sholat. Padahal tiap Arkaan sedang main, pasti saya juga ikutan gabung. Hihihi. Tapi anak itu akhir-akhir ini gampang tidur. Jadi tantenya yang manis ini sering bengong - gak ada mainan. Hehe.

Read more »

Menikah (Lagi)

Saya cuma usil pingin buat postingan tentang ini, untuk mengisengi teman saya yang lumayan manis itu, Ajeng, tentang postingannya yang berjudul Indahnya Pernikahan. Omong-omong tentang ini, saya yakin pembaca (tsahhhhh! :green: ) ada yang senyam senyum sendiri, terutama kaum single - seperti saya ini (tanpa bermaksud menggelar promo).

Kenapa sih menikah? Ya secara kodratnya memang kita sudah diciptakan berpasangan. Tidak hanya kita - insan manusia (tsaahh lagi) - yang diciptakan berpasangan, tapi juga hewan, tumbuhan (hmm..?), bahkan siang pun ditemani oleh malam. Tul? Jadi keputusan untuk tidak menikah, jelas-jelas menyalahi kodratnya sebagai insan manusia yang sudah dilengkapi akal dan perabotan lainnya untuk… survive. Yap! Cara manusia untuk mempertahankan ke-eksistensi-annya di muka bumi adalah dengan menikah.

Read more »

Berhenti Sejenak

A : Jeh, gw capek. :(
B : Capek for whaaaaat??
A : Capek sama semua. Kayaknya bertubi-tubi aja. :(
B : Sama. Tapi, insya Allah, di balik kesulitan ada kemudahan. Emang mudah tuk di omongkan & di niatkan. Tp susah untuk di laksanakan.
A : Iyah.
B : Tp yakin deh, smua kan berlalu + kan menuai hal yg baik.
A : “Daya tahan” gw lagi drop kayaknya.
B : Kl begitu, emang enak tuk “mengasingkan ” diri.
A : Iyah.. Lo bener banget.. Gw perlu itu kali. Walopun gw gak kemana2, tp tetep aja gw masih ngetik di keyboard.
B : Lo coba cuti satu hari. Kemana gitu. Dan bilang lo drop banget. Butuh refreshing. Udah, cabut satu hari aja. Emang ga bisa? Kl ga bisa, ancam aja kl lo mau kabur. He he.
A : Bisa kyknya.
B : Nah itu bisa.
A : Senin kali ya.. Gw dah gak kuat lagi ini.
B : Boleh. Gw izinkan koq. :D
A : keekekekkekkk

Read more »

Melayani dari Hati

Ada tag line dari perusahaan tempat saya bekerja dulu:

“Melayani dari Hati”

Sewaktu sosialisasi tag line ini, saya diinformasikan mengenai pentingnya Melayani dari Hati. Anda pernah dengar tulus? (Bukan sejenis umbi). Tulus hati dalam melayani orang lain, maksud saya. Melayani dengan senyum yang tulus terpancar dari hati, menolong tanpa mengharapkan imbalan karena berniat menolong dari hati (red: uang pelicin atau maksud-maksud terselubung lainnya *misalnya: supaya bisa dijadikan pacar* hihihi). Sebuah tag line yang indah, bukan begitu sodara-sodara? Iyah.. begitu.

Efek sampingnya bagaimana? Jelas besar. Terkadang kita lebih memilih untuk duduk di rumah makan yang sederhana tetapi dilayani sepenuh hati oleh si penjual. Padahal makanannya engga enak-enak banget. Lalu, apa yang sebenarnya dicari oleh kastemer (customer)?

Read more »

« Previous PageNext Page »