Serabutan
“Untuk orang-orang seperti kita, kita hanya miliki mimpi dan cita-cita”.
Kurang lebih begitu penggalan kalimat yang saya baca dari buku Sang Pemimpi, buku kedua dari Laskar Pelangi. Saya jadi ingat sama diri saya, beberapa teman yang saya kenal, atau anak-anak yang saya lihat kemarin di Yayasan Al Huda. Mungkin setelah dipikir-pikir, kalimat ini lebih pantas untuk dikenakan oleh kita semua. Mungkin.
Agak sedikit mendidih saat “bertukar pikiran” dengan seorang teman beberapa waktu yang lalu. “Bertukar pikiran” nya yang sempit dan hopeless tentang kemiskinan yang tak kentara dimatanya. Yang kemudian bermimpi akan korupsi maha dahsyat jika ia memiliki posisi seperti Soeharto. Mengidolakan beliau karena teknik pengkorupsian yang berhasil diterapkan selama puluhan tahun dan mencanangkan strategi antisipatif yang juga efektif selama puluhan tahun.
Kemudian, menantang manusia-manusia dari bumi pertiwi yang memiliki niat mulia untuk membantu ala kadarnya nasib anak-anak bangsa yang tidak beruntung. Seorang teman itu bertanya, “Apa nasib bangsa berubah dengan bantuan-bantuan mereka? Omong kosong!”. Mendidih tidak kalian? Saya sih udah merah padam karena rasanya ubun-ubun saya sudah mengeluarkan asap.



,