Archive for the 'pria-wanita' Category

Hati-hati Jaga Hati

Isi blog nya pas di jam kerja.. hihihi..

Susahnya jaga hati. Sepupu saya yang baik hati dan lemah lembut itu (kalo gak dicolek.. hehe) juga setuju tuh. Temen dan sekaligus guru private saya, bung Aji pun sepakat. Semua ketuk palu, kalau saya harus istiqomah dan hati-hati menjaga hati. Itulah enaknya kalo udah nikah ya. Mau hatinya di copotin dari badan juga gak masyalah (dih.. sadis banget gw).

Sebetulnya bukan jatuh cinta-nya yang ditakutin. Yang ditakutin itu jatuh cinta dengan yang bukan pada tempatnya (maksudnya bukan jatuh cinta di jalan, atau jatuh cinta di kali). Ah, gak perlu lah dijelaskan, toh pembaca yang budiman (deuuu.. yang budiman..) mengerti maksud saya kan? (harap-harap cemas).

Patah hati itu kan gak enak bo. Coba yang pernah patah hati acung kelingking tinggi2. Sepaham kan? Sepakat sama saya kan? Naaah ituuu dia!

Jadi, kapan datang buat lamar saya? Hehehehe.

Perbedaan Karakter atau Perbedaan Kultur?

Menilik dari pengalaman saya sebagai seorang wanita (saaaah), memang kerasa betul tentang signifikasi perbedaan karakter terhadap lawan jenis. Waktu masa-masa kegelapan saya dulu (hehe), pasti saya kesandung sama yang namanya “Karena kita gak cocok, jadi kita putus aja”. It’s easy to say that when you’re in a dating relationship huh. Coba renungkan baik-baik bagaimana kalau itu terjadi di rumah tangga. Wah.. KUA pasti heboh deh karena banyak pasangan yang menggugat cerai. Itu kita baru bicara tentang perbedaan pola pikir wanita dan laki-laki lho. Belum membahas tentang perbedaan budaya (suku, ras, dll).

Read more »

Mantan

Hmmm.. aneh..

Baru aja copy-paste bulletin board yang aneh ke blog gw, yang 3 pertanyaan berkisar mantan pacar, tiba-tiba mantan pacar ngajak chat di YM.

Mr. X sedang sebel, karena punya setumpuk masalah yang gak kelar-kelar. Trus, curhat dan minta pendapat gw. Maksudnya, minta masukan harus bertindak gimana baiknya.

Oalah.. pertanyaan yang gak bisa gw jawab. Abis.. mana gw tau baiknya gimana.. :p

Kira-kira chat sekitar satu jam, nanya-nanya kabar, basa basi, blabla, sampe akhirnya ngebahas masa lalu (topik yang agak membuat bosan sebenernya). Ya sudddd.. bahaslah masa lalu. Semua toh sudah berakhir (halaaahh.. kayak judul lagu :P).

Oooo.. tapi tadi dia bilang dia lagi proses “perjodohan” lhooo. Waaaaww.. semoga berjalan lancar (amin!).

Fact About Love

Jatuh cinta adalah salah satu perilaku atau keadaan otak yang paling tidak rasional yang tidak terbayangkan, baik bagi laki-laki dan perempuan. Otak menjadi “tidak logis” dalam gelora asmara baru itu, sehingga otak - secara harfiah- buta terhadap kekurangan-kekurangan sang kekasih. Ini adalah keadaan di luar kesadaran. Jatuh cinta secara menggebu atau yang disebut kasmaran itu sekarang menjadi keadaan otak yang terdokumentasi, yang berbagi sirkuit-sirkuit otak dengan keadaan obsesi, mania, mabuk, haus dan lapar. Keadaan ini bukanlah suatu emosi tetapi memperkuat atau melemahkan emosi-emosi lain. Sirkuit-sirkuit jatuh cinta ini pada hakekatnya adalah suatu sistem motivasi yang berbeda tetapi bertumpang tindih dengan area dorongan seks di otak. Aktivitas otak yang membara ini berbahan bakar hormon dan senyawa kimia-saraf, seperti dopamin, estrogen, oksitosin dan testosteron.

Sirkuit-sirkuit otak yang diaktifkan saat kita jatuh cinta sama dengan sirkuit-sirkuit dalam otak seorang pecandu narkoba yang sedang parah-parahnya mendambakan suntikan berikutnya. Amigdala (sistem siaga-rasa-takut di otak) serta anterior cingulate cortex (sistem kekhawatiran dan berpikir kritis di otak) benar-benar dimatikan ketika sirkuit-sirkuit cinta sedang bekerja penuh. Keadaan yang hampir sama terjadi bila orang meminum ecstasy: kewaspadaan yang normalnya dimiliki manusia terhadap orang yang tak dikenal dimatikan, dan sirkuit-sirkuit cinta dihidupkan. Maka, cinta asmara sebenarnya adalah mabuk Ecstasy yang alami. Gejala-gejala klasik pada awal cinta juga serupa dengan efek awal narkoba, semacam amfetamin, kokain dan candu seperti heroin, morfin dan OxtContin. Obat-obatan ini memicu sirkuit imbalan di otak yang menimbulkan pelepasan dan efek kimiawi yang serupa dengan efek asmara. Sebenarnya, gagasan kalau orang bisa ketagihan cinta ada benarnya. Pasangan-pasangan kekasih, khususnya dalam enam bulan pertama, mendambakan perasaan ekstasi dari kebersamaan dan mungkin merasa sangat saling tergantung. Penelitian atas cinta yang membara memperlihatkan bahwa keadaan otak ini bertahan kira-kira enam hingga delapan bulan. Keadaan ini begitu kuatnya sehingga kepentingan, kebahagiaan, dan daya hidup orang yang dicintai itu menjadi sama pentingnya atau lebih penting daripada kepentingan, kebahagiaan, dan daya hidup diri sendiri.

Selama perpisahan fisik dengan orang yang dicintai, ketika menyentuh dan membelai tidak mungkin dilakukan, timbullah suatu kerinduan yang mendalam, seperti rasa lapar. Sebagian orang bahkan tidak sadar betapa terikatnya atau betapa cintanya mereka sampai mereka merasakan sentakan saat orang yang dicintai tidak ada. Kita terbiasa menganggap kerinduan ini hanya bersifat psikologis, tetapi sebenarnya bersifat fisik. Sesungguhnya, otak berada dalam keadaan kekurangan narkoba. Begitu penyatuan kembali terjadi, semua komponen dalam ikatan cinta itu dapat dipulihkan oleh dopamin dan oksitosin. Serbuan oksitosin-dopamin sekali lagi menekan kegelisahan dan kesangsian serta memperkuat sirkuit-sirkuit cinta di otak. Dengan kata lain, kalau oksitosin dan dopamin dalam jumlah besar sedang bersikulasi, maka pertimbangan anda menjadi kacau. Hormon-hormon ini mematikan pikiran skeptis.

Dorongan dasar untuk membentuk keterikatan asmara ini sudah tertata kuat dalam otak. Perkembangan otak dalam rahim, jumlah asuhan yang diterima seseorang semasa bayi, serta pengalaman emosi menentukan variasi sirkuit otak untuk mencintai dan memercayai orang lain. Kesiapan orang untuk jatuh cinta lalu membentuk keterikatan emosi dapat dipengaruhi oleh variasi sirkuit otak yang disebabkan oleh pengalaman dan keadaan hormon di otak. Stres dalam lingkungan dapat membantu atau menghalangi terbentuknya keterikatan.

*Copied from the Female Brain*

About Female Brain

Hihihihi..
Beberapa hari ini baca buku (yang dipinjemin sama temen saya yang baik hati itu): Female Brain, dari Louann Brizendine. Claimed to be the best Non-Fiction list on 2006 by the Washington Post.

Buku setebal 352 halaman ini banyak mengupas isi kepala wanita (dan perbandingannya dengan kepala laki-laki). Dikemas dengan gaya bahasa yang santai (tapi tidak gaul lho!) dan gampang dicerna.

Di halaman pertama, dijelaskan dengan lugas mengenai Hormon-Hormon yang memengaruhi otak seorang perempuan, seperti: Estrogen, Progesteron, Testosteron. Sepertinya sih ketiga hormon tersebut sudah sering kita dengar di kelas-kelas biologi waktu jaman-jaman SMA.

However, si ibu dokter ini juga menjelaskan tentang hormon-hormon lainnya yang mungkin tidak sering kita dengar (namun sangat berpengaruh terhadap otak wanita), antara lain: Oksitosin, Kortisol, Vasopresin, DHEA, Androstenedion, dan Alopregnenolon.

Ada beberapa fakta yang dikemukakan si ibu dokter yang membuat saya .. hmm.. rada-rada kaget. Salah satunya, mengenai Premenstrual Syndrome.

Ternyata, wanita bisa seperti terlihat “menggila” pada minggu keempat siklus karena surutnya estrogen dan progesteron di dalam otak. Hormon-hormon jadi mendadak berkurang sampai ke titik paling rendah. Hal ini memicu otak untuk mendapatkan hormon-hormon tersebut. Akhirnya, otak menjadi terganggu sampai ke spektrum kegelisahan yang sama seperti saat serangan ayan. Jadi, stress dan ketanggapan emosi meningkat beberapa hari sebelum menstruasi keluar. Nah, kalo perempuan yang memiliki indung telur yang banyak menghasilkan estrogen dan progesteron, kemungkinan bisa aman-aman aja. Artinya, mereka bisa lebih tahan terhadap stress karena memiliki lebih banyak sel-sel serotonin (senyawa kimia yang membuat kita merasa santai) di dalam otak.

Lain halnya dengan wanita yang punya serotonin lebih sedikit. Wahh.. mengerikan deh.. hehe.

Bahkan di London dan Perancis, perempuan yang melakukan kejahatan selagi menderita Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) sudah berhasil menggunakan alasan itu sebagai pembelaan dengan mengajukan alasan ketidakwarasan temporer! (waaaaaaaaaah!).

An Interesting Conversation

Tadi abis chatting sama temen, a new friend of mine. Dia cerita tentang masalah “hati”. Tentu maksud saya adalah cinta (apalagi?). Ngomong-ngomong tentang cinta, temen baru saya ini kayaknya agak sensitif, maksud saya dia lebih ekspresif untuk mengungkapkan perasaan/emosi. Jadi bisa ditebak, melupakan cinta di masa lalu agak sedikit berat.

Terus, menilik ke masa lalu saya (yang warna warni mejikuhibiniu), kok saya engga gitu ya? Ada sih, pengalaman-pengalaman patah hati, lebih dari sekali malahan. Tapi paling lama itu sebulan (more or less) untuk melupakan. Bahkan salah satu mantan pacar dulu bilang, saya itu gampang buat ngelupain orang. Waktu itu sih sebel denger kalimat itu, tapi sekarang malah bersyukur (kalo dikorelasikan dengan pengalaman temen baru saya itu).

Heeee.. jadi lupa. Saya punya temen yang gak bisa ngelupain mantan pacar sejak 5 tahun lalu lho. Goodness…

Balik lagi ke topik, jadi sebenernya gimana ya? Saya merekomendasikan temen baru saya itu untuk meng-ikhlaskan masa lalu. The question is, what is ikhlas. Saya engga begitu tahu arti hakiki nya, belum ketemu di buku soalnya.. hehe. Susah-susah gampang jadi pendengar yang baik. Disatu sisi kita mau dong kasih saran ke saudara yang membutuhkan. Disisi lain, terkadang ilmu belum mencukupi untuk memberikan saran yang berguna (hiks).

Semoga dia dikasih petunjuk, gimana penyelesaiannya. Maaf ya gak bisa bantu banyak, I wish I could.

Bachelorette

Temen gw ada yang mau nikah bulan Desember ini. Temen kampus sih..
Dulu jaman-jaman jahiliyah (hehe) lumayan deket ma gw. Waktu dia kucing-kucingan pacaran en pake nama gw buat jadi alasan ke ortunya, ato nangis-nangis bombay waktu putus :p. Alhamdulillah, nikah juga dia sama cowo nya yang sekarang.

Mau ngadain bachelorette party denger-denger. Gak tau sih bener ato engga, disamping dia juga gak ngebahas ini sama gw, pun gw males buangettt mau nanya. Abis gak penting.. dan kebarat-baratan banget. Cieeee..

Insya Allah bisa dateng di acara akad/walimah nya.

Wahh.. satu per satu temen2 gw udah ganti status. Kenapa ya di umur pertengahan 20 itu pasti berlomba-lomba nikah. Yaa.. gak salah sih.. cuma kok kayaknya (agak) jadi beban buat gw. Maksudnya, dari ibu (untuk bapak gw gak ikut2an.. huhuhu), bude, tante, kakak, semuanya heboh ngebahas tentang gw. Adalah gw yang dinasehatin buat buka hati, jangan sembunyi mulu dalam kamar, dll dll. Lah.. buka hati sih buka hati, emang cowo nya aja yang blum ada yang masuk ke hati (halahh!). Bukannya ngumpet di kamar, emang gw kerjanya dari kamar ya mau gimana lagi doong.. :p. Sekalinya gw khilaf nyebutin nama temen cowo, dituduh pacar. Duh…

Padahal kan ibu gw udah dapet 2 cucu dari 2 anaknya. Masa iya kurang sih? Gw kan maunya hati-hati.. hehehe. Ya iya lah.. hari gini gitu loh..

« Previous PageNext Page »