Archive for the 'pria-wanita' Category

Ketemu Teman Lama

Entah ya, saya selalu terkesan dengan surprise dari sahabat saya (teman SMA) satu itu. Perempuan cantik ini selalu bisa membuat saya senang karena kehadirannya yang selalu tiba-tiba. Juga, yang dahulu memberikan pengertian mengenai batas dan pemahaman psikologis antara perempuan dan pria. Karena keahliannya dalam mempresentasikan sesuatu, maka saya kerap memanggilnya dengan julukan “Ibu Dosen”. Terkadang saya memang rindu berat dengannya (beliau ini pernah tinggal seatap dengan saya selama 2 tahun). Kalau dihitung-hitung, pertemanan kami sudah berjalan sekitar 11 tahun, yaitu sejak tahun 1997. Tepatnya sejak kelas satu SMA.

Ah.. perempuan yang dulunya terkenal dengan sebutan Xena, the Princess Warrior itu kini sudah berubah menjadi perempuan kemayu yang tetap memiliki ketegasan berperilaku. That’s what I love about her.

Tadi dia disini, dengan sapaannya yang sumringah dan pipi kemerahan karena terkena panas matahari. Pembahasan meluas kemana-mana. Dari bisnis sampai rencana “masa depan”. Dari gamis hingga ke suatu kisah di masa lalu. Bukan yang aneh-aneh, tapi cenderung tentang keputusan dan cara bersikap waktu itu. Lalu melakukan review secara detail dan menarik kesimpulan. Kemudian, merefleksikan diri di masa sekarang - apa perubahan yang dirasakan dan dialami. Hm…

Read more »

Menikah (Lagi)

Saya cuma usil pingin buat postingan tentang ini, untuk mengisengi teman saya yang lumayan manis itu, Ajeng, tentang postingannya yang berjudul Indahnya Pernikahan. Omong-omong tentang ini, saya yakin pembaca (tsahhhhh! :green: ) ada yang senyam senyum sendiri, terutama kaum single - seperti saya ini (tanpa bermaksud menggelar promo).

Kenapa sih menikah? Ya secara kodratnya memang kita sudah diciptakan berpasangan. Tidak hanya kita - insan manusia (tsaahh lagi) - yang diciptakan berpasangan, tapi juga hewan, tumbuhan (hmm..?), bahkan siang pun ditemani oleh malam. Tul? Jadi keputusan untuk tidak menikah, jelas-jelas menyalahi kodratnya sebagai insan manusia yang sudah dilengkapi akal dan perabotan lainnya untuk… survive. Yap! Cara manusia untuk mempertahankan ke-eksistensi-annya di muka bumi adalah dengan menikah.

Read more »

Orak Arik

Beberapa hari terakhir ini, saya jalan-jalan di blogosphere dan menemukan beberapa tulisan-tulisan yang menarik seputar perempuan. Beberapa hari terakhir ini, tulisan-tulisan itu seperti berdengung di telinga saya. Tentang Ibu dan ASI - Ajeng, tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) - Angga , sampai tentang Feminism - James.. sayup-sayup terdengar kalimat dari geng ikan hiu di film Finding Nemo, “Fish are friends, not food” (intermezzo yang tak penting).

Ada apa dengan wanita?

*menghela nafas panjang banget*

Saya menghormati kaum pria. Bahkan berniat untuk mencintai satu pria nantinya (ya iyalah). Bagi saya, pria adalah seperti layaknya hakim yang memimpin pengadilan, presiden yang memimpin suatu negara, dan semacamnya. Pada intinya, pria-lah yang sudah ditakdirkan untuk berada di barisan paling depan. Mengendarai kuda putih dengan sebilah pedang di tangan kanan dan seikat mawar untuk saya di tangan kirinya (hihi - awas jatoh!).

Read more »

Pernah Tidak Merasa..

Beberapa saat yang lalu.. (atur posisi menghadap jendela-jendelaan)

Saya dihubungi masa lalu 2. Adalah dia bercerita mengenai situasi sekarang, hari ini. Lalu, meng-interview saya barang sekejab dua kejab, lalu masa lalu itu berkata dengan menggunakan kata-kata seperti: “andai”, “misalkan”, “kalau”, “jika”, dst dst. Saya jadi jengah. Bukannya tidak suka, tapi cuma jengah. Ini ada apakah gerangan ada dua masa lalu (masa lalu 1 dan masa lalu 2) yang tiba-tiba datang dan mengucapkan lebih dari salam?

Kalau salam aja sih, aku baik-baik saja (memegang sisir dan membelakangi kaca). Tidak.. saya tidak pusing kok karena ulah mereka. Apalagi sibuk mikirin. Disamping saya pun sedang sibuk memikirkan diri ini yang semakin membeku (halah.. dramatisir!), juga karena saya sedang ogah-ogahnya mikirin masa lalu. Baik itu masa lalu 1, 2, apalagi yang seterusnya. Kalau untuk mengingat sih jelas pasti ada masanya untuk flesbek (flash back). Tapi kalau buat jadi bahan pikiran sekarang, saat ini, detik ini, rasanya tidak bermutu deh. Kurang berbobot gitu (ngikik engga geli).

Read more »

Premarital Questions

Beberapa hari terakhir ini saya betul-betul sibuk. Jadi (tambah) malas buat keluar rumah, walaupun akhirnya keluar rumah juga (setelah di ‘paksa’ oleh beberapa pihak). :green: Dengan agak malu-malu, saya katakan disini bahwa beberapa terakhir ini saya sibuk YouTubing. :blushing:

Read more »

Bertapa

Dulu saya sering banget bertapa. “Dulu” disini maksudnya sewaktu saya masih SMA dan kuliah, dan “bertapa” maksudnya keluar dari lingkaran rutinitas untuk sementara waktu. Entah itu dari kampus, dari Jakarta, dari teman-teman (hehehe), dll, untuk kemudian memikirkan sejenak tentang diri sendiri. Mengenal lagi “siapakah aku” dan meng-update gosip-gosip dari hati nurani. Hasil dari pertapaan biasanya berupa puisi (hehe). Tapi sering juga cuma berupa perenungan aja (tidak dicatat dalam bentuk catatan harian karena saya kapok - catatan harian sering dibaca oleh orang lain seolah-olah itu adalah novel! Kan ada nama-nama oknum disitu! huhh!).

 

Read more »

Atas Nama Cinta

Tadi saya ke Gene’s, seperti biasa. Ngobrol-ngobrol, ketawa-ketiwi, print sana-print sini, dan lanjut ngobrol di mobil (dianterin pulang lagi! horee!!).

 

Gene cerita, salah satu pegawai tempat client kita (salah satu Spa di Jakarta) ngajak curhat tentang masalah overseas-but-cyber-boyfriend. Ceritanya si pacar adalah seorang American yang berprofesi sebagai Angkatan Darat di sana. Dan bulan Desember ini mau datang ke Indonesia dalam rangka melamar si perempuan.

 

Read more »

Next Page »