Archive for the 'kerja' Category

Hari Senin -.-”

Siap-siap, hari Senin nanti akan ada topan dan badai disekitar saya. Inilah berkat janji-janji palsu beberapa orang yang berjanji mengumpulkan pe-ernya kepada saya sebelum hari Senin. Buktinya hingga detik ini, belum ada satu pe-er pun yang saya terima. Hiks.

Hiks.. teganya. Padahal saya sudah percaya, padahal janji adalah amanah - kecuali kalau ada konfirmasi sebelumnya tentang masalah delay atau pembatalan atau apalah, yang penting konfirmasi. Kenapa harus gengsi untuk mengakui bahwa kalian tidak sanggup? Kenapa harus gengsi mengakui kelemahan? Realistis sajalah, ukur dengan kemampuan (dan semangat). Saya percaya dengan skill, tetapi yang membuat saya percaya dengan kalian adalah kata-kata “Sanggup” yang kalian lantangkan kepada saya. Itu yang saya percayai dan perjuangkan di hadapan mereka.

Read more »

Melayani dari Hati

Ada tag line dari perusahaan tempat saya bekerja dulu:

“Melayani dari Hati”

Sewaktu sosialisasi tag line ini, saya diinformasikan mengenai pentingnya Melayani dari Hati. Anda pernah dengar tulus? (Bukan sejenis umbi). Tulus hati dalam melayani orang lain, maksud saya. Melayani dengan senyum yang tulus terpancar dari hati, menolong tanpa mengharapkan imbalan karena berniat menolong dari hati (red: uang pelicin atau maksud-maksud terselubung lainnya *misalnya: supaya bisa dijadikan pacar* hihihi). Sebuah tag line yang indah, bukan begitu sodara-sodara? Iyah.. begitu.

Efek sampingnya bagaimana? Jelas besar. Terkadang kita lebih memilih untuk duduk di rumah makan yang sederhana tetapi dilayani sepenuh hati oleh si penjual. Padahal makanannya engga enak-enak banget. Lalu, apa yang sebenarnya dicari oleh kastemer (customer)?

Read more »

Kendala

Suatu ketika, kumpeni itu, yang tak lain dan tak bukan adalah atasan saya, menanyakan perihal kendala yang saya hadapi seputar pekerjaan (ya iya lah seputar pekerjaan.. emangnya si ajeng yang selalu saya bombardir dengan curhat2 saban malam?). Berhubung saya ini suka sekali curhat mengenai topik apapun (kecuali yang saya segel “restricted” dan hanya dikonsumsi oleh saya dan Tuhan.. kekekkk), lantas berceritalah saya mengenai kendala, lengkap dengan jalan keluarnya (menurut saya yang manis ini aja).

Ini sudah jadi cerita basi sebetulnya. Soalnya jauh-jauh hari saya sudah komplen sana sini tentang kendala ini. Tapi tentu hanya mentok ke beberapa pihak saja, sepertinya tidak ada yang menyampaikan ke si kumpeni itu. Bah… menyebalkan. Mau tau akibatnya? Sekarang si kumpeni dan beberapa pihak itu sedang cemas, kebat-kebit, gara-garanya si kendala ini diamati oleh pihak pemberi dana. Akibatnya, tentu jadi merembet panjang. Alhasil saya juga ikut-ikutan lari sprint ke sana dan ke sini. Ikut-ikutan memikirkan solusi tercepat dan teraman untuk semua pihak. Menyebalkan? Tentoenjaaaaa! Read more »

Kata-kata Yang Sulit Diucapkan

Hai pembaca.. :eyelash:

Saya akhir-akhir ini mempunyai hobi baru, yaitu uring-uringan. Setelah posting-postingan kemarin saya heboh mengungkapkan kekesalan saya (sengaja di dramatisir biar kesannya depresi), sekarang sudah satu minggu tepatnya saya merasakan uring-uringan. Terakhir kali merasakan hal ini adalah tiga tahun yang lalu, sewaktu saya masih menjadi sekretaris yang terjebak di arus dunia perbankan. Dulu, si mami (perkataan khas saya untuk atasan saya langsung), adalah sosok perempuan kokoh, tegar, dan workaholic stadium gawat darurat. Banyak hal yang saya pelajari dari beliau, alhamdulillah, termasuk salah satunya adalah memiliki standarisasi sendiri pada saat bekerja. Pastikan semuanya beres dengan hasil yang sempurna dalam tempo waktoe jang sesingkat-singkatnja. Alasan pekerjaan tidak beres karena faktor X tidak akan pernah diterima, karenanya faktor X harus dimonitor, dipantau, diarahkan, diingatkan, kadang-kadang diancam.. kekekekkk.

Read more »

Putus dengan Blogger

Akhirnya cinta semakin pudar dan keteguhan hati semakin sirna. Mulai tanggal 29 November 2007, selfpage resmi pindah ke lain hati dengan WP. Berawal dari ‘pingin gonta ganti layout‘ lalu ‘kok error mulu ya?’ dan akhirnya ‘oh noooooo! layout nya jadi rusak amburadul gitu‘. Dan yang paling parah, blogger udah ngambek karena ketidaksetiaan saya dengan layout. Akhirnya layout saya yang amburadul berantakan itu engga bisa diapa-apain lagi. Pasrah.. berserah diri.. sama Blogger.

 

Setelah dipikir-pikir, ditimbang-timbang, direnungkan, lalu saya memutuskan.. lebih baik migrasi ke WordPress. Berhubung Blogger dan WordPress sepertinya sedang menjalin hubungan akrab, migrasi ke WordPress jadinya mudah banget. Alhamdulillah prosesnya tidak memakan waktu lama dan semua pihak mendukung (apa coba?! hehehe).

 

Read more »

Meliburkan Diri

Hari ini, si Senin yang Menyenangkan, saya meliburkan diri.

Alasan pertama, karena bangun pagi ku terus mandi.. bukan, yang betul adalah bangunnya tidak pagi (sekitar jam 9), tidurnya sih semalam lumayan cepat, tapi seperti biasa.. abis shubuh bobo’ lagi.. hiks :(

Ada janji jam 10, maka saya bergerak stop angkot M11 menuju ke daerah binus.

Read more »

The Best Job in The World!

10 alasan mengapa kerja dari rumah:

1. Gak perlu mikir tentang telat bangun, macet, banjir, gak dapet bis, pake baju apa hari ini (buat cewe), dandan kayak gimana (buat cewe), dll.
2. Gak ada yang batasin jam “istirahat”, jam 12.00 s/d 13.00 (selamat buat temen2 yang dapat jam istirahat unlimited - hehehe - tapi disana gak ada kasur/bantal/guling kaaan?).
3. Gak usah bete kalo boss lagi rusuh. Wong gak ada boss.. hehehe. Kalo pun ada, gak “keliatan” boss nya. Jadi kalo dia bete, sign out aja dari semua messenger, trus bilang besokannya kalo internet lagi drop. Hahaha.
4. Gak ada kata lembur. (tiap hari lembur-lembur juga sih.. contohnya buat posting di blog, cek friendster, cek ini, cek anu, hehehehe).
5. Gak usah ngumpet2 kalo mau maen games (hihihi).
6. Kalo perlu cemilan, tinggal lompat ke warung sebelah. Gak perlu ijin sana sini.
7. Gak ada yang ngeganggu kerjaan (i.e. tukang ngegosip di meja sebelah, fans yang buat rese, temen kantor yang tiap detik minta tolong (kalo gak ditolongin ngancem mo putus.. *heeee*), telpon kantor yang saban menit berdering (dan punya boss yang lagunya kayak raja dunia ajah.. tinggal angkat telpon aja ogah! uh!), dll).
8. Gak perlu keringet dingin kalo login di Yahoo Messenger (hahaha.. pasti banyak nih temen-temen gw yang begini!).
9. Bisa kerja sambil ngisi blog (kayak saya ini lho.. hahaha).
10. Bisa ketawa ketiwi gak jelas tanpa perlu takut ada yang komentar (ih.. kantor lama gw banget nih!).

Sebenarnya masih ada 100 alasan lagi sih kenapa kerja dari rumah itu adalah the best job in the world. Jadi, wanita-wanita masa kini, kerja dari rumah aja. Enak boo! beneran deh! Hehehehe..

Next Page »