Archive for the 'keluarga' Category

Pria Idaman Masa Kini

si ganteng

Omar, 8 bulan

Ehem.. si ganteng yang ngangenin. Jadi tambah kangen gara-gara ibunya Omar (kakak saya) tadi numpang makan siang karena Ibu tadi lagi masak enak silaturahim kesini. Sekalian pamer video-video Omar yang lagi “ngomel” karena makanan padatnya ke-enceran. Kekekekkk..

Cerita Tentang Saudara Blogger (A-C)

Saya ingin mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau saya jarang banget blogwalking. Hal ini dikarenakan kerjaan yang terus menumpuk dan akan terus seperti itu sampai saya bertemu dengan hari libur Nasional (sepertinya sih). Tenang, saya menikmatinya kok. Alhamdulillah diberikan pekerjaan yang membuat saya deg-degan, senang, kalut, kecewa (kadang-kadang), bahkan ikut-ikut cemas seperti menejer saya yang pintar mengolah emosi-emosi saya itu. :D

Kali ini saya ingin bercerita tentang saudara-saudara Blogger saya, yang sudah memberikan pencerahan sedemikian rupa, menginspirasi, membuat hidup semakin hidup - ibaratnya sih. Hehe. Untuk kalian, terimakasih banyak atas perhatian, kritik, guyonan, support, dan semua hal yang sudah dilimpahkan kepada saya. Jika saya tidak bisa membalas segala kebaikan kalian di dunia, semoga Allah yang membalaskannya kepada kalian. Amin.

Tak kenal maka tak sayang, maka saya ingin memperkenalkan mereka yang ada di list Teman dan Penting. Silakan disantap, mumpung hangat. :D

Read more »

Breaking News!

Pacar saya yang ganteng itu, yang punya mata bulat dan indah itu.. ternyata..

 

t.. e… r… n… y… a… t… a…

 

Dia sudah.. su… dah…

s

u

d

a

h

 

s u d a h

 

Read more »

(Lagi) Liburan

Berhubung hari ini adalah hari terjepit nasional, dimana sebagian pegawai kantoran libur, dan sebagiannya lagi tidak, untuk itu saya beserta keluarga besar mengucapkan;

 

“Selamat Hari Libur dan Tidak Libur Nasional”

 

Saya sendiri pun bingung, hari ini saya libur atau tidak. Disana sih libur, disini kayaknya engga deh. Makanya dimana-mana bingung. Lho.. kok jadi ngelantur? Ah sudahlah.. mending kita masak bubur (nyengir engga geli).

Read more »

Dan Ketika Kita Dewasa

Waktu itu saya lagi menggentayangi blog teman-teman saya. Lalu tersandung ke blog Jeng Wirda dan membaca tulisan wanita mungil ini tentang menghilangnya saya dari dunia blogging beberapa waktu yang lalu. Hihihi :green:

Saya lagi bingung. Itu alasannya.

Sewaktu dibicarakan dengan kedua perempuan lainnya, Ajeng dan Santi YangSatuLagi, keduanya sepakat bahwasanya saya harus bertanya dengan ahlinya, yaitu salah satu teman kami yang kabarnya sedang berkunjung ke Jakarta. Hal ini juga sering saya bahas dengan Jeng Wirda, dan alhamdulillah cukup banyak membantu (terimakasih loh jeng.. hehe).

Tapi masih ada yang sampai sekarang masih saya pikirkan. Apalagi dengan celetukan-celetukan Ibu akhir-akhir ini. Pertanyaan-pertanyaan beliau menjadi pertanyaan-pertanyaan saya juga.

Read more »

Mereka Nanya Lagi

Kakaknya teman saya kemarin melahirkan. Berhubung teman saya ini baru mengabarkan semalam (hmm.. dini hari deh rasanya), maka saya, teman saya dan seorang teman lagi berencana ke RS bersalin yang di daerah Cikini itu. Ketemu disana aja.

Selepas dzuhur saya berangkat dengan hati riang gembira. Tidak lama kemudian saya sampai di tujuan dengan selamat tanpa kurang suatu apapun, alhamdulillah. Teman saya ternyata sudah sampai duluan. Di kamar 211 itu, kakaknya teman saya masih tergolek lemas. Dia melahirkan ala caesar karena masalah pada pinggul. Dengan antusias saya tanya perihal induksi dan kontraksi. Teman saya dipastikan bengong melihat saya yang fasih berbicara masalah itu. Hihihi. Gimana engga hapal.. itu akibat mendengar kisah perjuangan kakak saya dulu, selama 2 hari berturut-turut (di RS dan di rumah), sewaktu melahirkan Omar si tampan itu.

Read more »

Tahun Baru Lagi (ngelantur)

Tidak terasa tahun sudah berganti (lagi). Tahun baru yang lalu saya dan beberapa teman berkunjung ke Bekasi untuk merenung. Sebetulnya bisa juga dilakukan di rumah. Tapi berhubung kakak saya yang paling cantik itu mengajak (maksa) untuk menginap dirumahnya (tentu dengan iming-iming fasilitas makanan yang nyam nyam), maka kita bertiga sepakat untuk bertemu di masjid sana seusai perenungan. Berkat ketidakberesan koordinasi dari pihak-pihak yang menolak untuk dipublikasikan disini (halah.. gaya.. hihi), maka kita bertiga cukup puas dengan melewati pergantian tahun di masjid itu saja. Bunyi petasan yang mengganggu itu kerap terdengar sepanjang waktu. Alhasil, perenungan yang diharapkan itu ternyata menjadi ajang pelatihan kesabaran.. :sad:

Read more »

Next Page »