Archive for the 'buku-buku' Category

Review: Rahasia Sukses Bisnis Khadijah, sang istri Nabi (II)

Saya janji melanjutkan review buku ini sepulangnya saya dari arisan ya? Hoho.. ternyata arisannya bukan hari itu (Minggu) tapi hari sebelumnya (Sabtu). Yahh.. sudahlah. Emang engga jodoh mau arisan kali ya (keluh). Jadi, saya lanjutkan review-nya, boleh? Boleh dong.. wong ini blog saya kok. :green:

Jadi, di tulisan saya sebelumnya, saya sudah membahas dua rahasia kesuksesan bisnis Khadijah, sang istri Nabi. Yang pertama adalah Keimanan yang Kokoh dan Spiritualitas yang Tinggi, sedangkan yang kedua adalah Mentalitas Wirausaha. Penjelasan mengenai kedua hal ini silakan membaca postingan saya yang disini.

Ada beberapa poin lagi, sekitar (ngitung) enam poin lagi. Poin yang ketiga: Modal dan Pandai Mengelolanya. Ini pembahasan yang menurut saya seru. Karena begini:

Read more »

Review: Rahasia Sukses Bisnis Khadijah, sang istri Nabi

Hmm.. mulai dari mana ya?

Jadi begini.. tumben-tumben kan saya mengulas sebuah buku? Iya, soalnya menurut saya, anda-anda ini jauh lebih pakar daripada saya yang baru punya beberapa buku. Apalagi ilmu. Nah, kenapa kali ini saya pingin banget menulis review yang pasti ujung-ujungnya postingan ini engga sama sekali mirip dengan sebuah review?

Jawabannya, ya pingin aja. Berhubung space blog masih banyak dan billing domain+hosting masih atas nama saya, jadi ya.. mari kita mulai aja. Hehe.

Read more »

Ke Erasmus Huis

Diinformasikan oleh salah seorang mahasiswa Universitas Indonesia yang sedang membuat website mengenai Netherland (lupa nama websitenya.. maaf ya..) bahwa tanggal 1 Desember 2007, tepatnya pukul 11.00 AM, akan dibuka Open House di Erasmus Huis.

 

Setelah saya bookmark di kalender, setting alarm di handphone, akhirnya (alhamdulillah) saya tidak lupa pergi kesana. Berhubung ini Open House-nya mulai dari jam 11.00 s/d 19.00 WIB, jadi saya rencananya mau datang agak sore aja dan kembali ke rumah sebelum Maghrib. Setelah peralatan siap (pulpen, buku tulis, dua botol Vita Zone, beberapa buah permen, dompet biru dan handphone) saya pun siap-siap kesana. Baru mau buka pintu kamar, saya baru ingat satu hal.. kan saya engga tau alamatnya dimana.. :worried:

 

Read more »

Fact About Love

Jatuh cinta adalah salah satu perilaku atau keadaan otak yang paling tidak rasional yang tidak terbayangkan, baik bagi laki-laki dan perempuan. Otak menjadi “tidak logis” dalam gelora asmara baru itu, sehingga otak - secara harfiah- buta terhadap kekurangan-kekurangan sang kekasih. Ini adalah keadaan di luar kesadaran. Jatuh cinta secara menggebu atau yang disebut kasmaran itu sekarang menjadi keadaan otak yang terdokumentasi, yang berbagi sirkuit-sirkuit otak dengan keadaan obsesi, mania, mabuk, haus dan lapar. Keadaan ini bukanlah suatu emosi tetapi memperkuat atau melemahkan emosi-emosi lain. Sirkuit-sirkuit jatuh cinta ini pada hakekatnya adalah suatu sistem motivasi yang berbeda tetapi bertumpang tindih dengan area dorongan seks di otak. Aktivitas otak yang membara ini berbahan bakar hormon dan senyawa kimia-saraf, seperti dopamin, estrogen, oksitosin dan testosteron.

Sirkuit-sirkuit otak yang diaktifkan saat kita jatuh cinta sama dengan sirkuit-sirkuit dalam otak seorang pecandu narkoba yang sedang parah-parahnya mendambakan suntikan berikutnya. Amigdala (sistem siaga-rasa-takut di otak) serta anterior cingulate cortex (sistem kekhawatiran dan berpikir kritis di otak) benar-benar dimatikan ketika sirkuit-sirkuit cinta sedang bekerja penuh. Keadaan yang hampir sama terjadi bila orang meminum ecstasy: kewaspadaan yang normalnya dimiliki manusia terhadap orang yang tak dikenal dimatikan, dan sirkuit-sirkuit cinta dihidupkan. Maka, cinta asmara sebenarnya adalah mabuk Ecstasy yang alami. Gejala-gejala klasik pada awal cinta juga serupa dengan efek awal narkoba, semacam amfetamin, kokain dan candu seperti heroin, morfin dan OxtContin. Obat-obatan ini memicu sirkuit imbalan di otak yang menimbulkan pelepasan dan efek kimiawi yang serupa dengan efek asmara. Sebenarnya, gagasan kalau orang bisa ketagihan cinta ada benarnya. Pasangan-pasangan kekasih, khususnya dalam enam bulan pertama, mendambakan perasaan ekstasi dari kebersamaan dan mungkin merasa sangat saling tergantung. Penelitian atas cinta yang membara memperlihatkan bahwa keadaan otak ini bertahan kira-kira enam hingga delapan bulan. Keadaan ini begitu kuatnya sehingga kepentingan, kebahagiaan, dan daya hidup orang yang dicintai itu menjadi sama pentingnya atau lebih penting daripada kepentingan, kebahagiaan, dan daya hidup diri sendiri.

Selama perpisahan fisik dengan orang yang dicintai, ketika menyentuh dan membelai tidak mungkin dilakukan, timbullah suatu kerinduan yang mendalam, seperti rasa lapar. Sebagian orang bahkan tidak sadar betapa terikatnya atau betapa cintanya mereka sampai mereka merasakan sentakan saat orang yang dicintai tidak ada. Kita terbiasa menganggap kerinduan ini hanya bersifat psikologis, tetapi sebenarnya bersifat fisik. Sesungguhnya, otak berada dalam keadaan kekurangan narkoba. Begitu penyatuan kembali terjadi, semua komponen dalam ikatan cinta itu dapat dipulihkan oleh dopamin dan oksitosin. Serbuan oksitosin-dopamin sekali lagi menekan kegelisahan dan kesangsian serta memperkuat sirkuit-sirkuit cinta di otak. Dengan kata lain, kalau oksitosin dan dopamin dalam jumlah besar sedang bersikulasi, maka pertimbangan anda menjadi kacau. Hormon-hormon ini mematikan pikiran skeptis.

Dorongan dasar untuk membentuk keterikatan asmara ini sudah tertata kuat dalam otak. Perkembangan otak dalam rahim, jumlah asuhan yang diterima seseorang semasa bayi, serta pengalaman emosi menentukan variasi sirkuit otak untuk mencintai dan memercayai orang lain. Kesiapan orang untuk jatuh cinta lalu membentuk keterikatan emosi dapat dipengaruhi oleh variasi sirkuit otak yang disebabkan oleh pengalaman dan keadaan hormon di otak. Stres dalam lingkungan dapat membantu atau menghalangi terbentuknya keterikatan.

*Copied from the Female Brain*

Baca "How to Get Married"

Buku pertama yang gw baca dari 5 buku yang dipinjemin sama temen gw yang baik hati itu adalah: How to Get Married dari M. Fauzil Rahim, dkk.

Buku setebal 248 halaman ini dikemas dengan bahasanya anak muda (red: bahasa gaul, gitu loohh!) which is fun!
Isinya tentang kisah sejati akhwat2/ikhwan2 dalam melakukan proses “mencari” pasangan hidup. Mulai dari proses ta’aruf, khitbah dan akad. Juga diceritain tentang kehidupan pasca akad, alias kehidupan rumah tangga mereka. Kesimpulan yang gw ambil dari buku ini adalah proses-proses tersebut harus diawali dengan niat yaitu semata-mata karena Allah.

Anyway, ternyata proses ta’aruf ke akad bisa lho terjadi hanya dalam satu bulan saja. Wihhhh.. subhanallah! Kakak gw yang cowo waktu itu nyiapin pernikahan selama setahun (kurang lebih), kakak gw yang cewe kayaknya juga nyaris setahun (itupun masih dianggap “terburu-buru” :p).

Sebulan nyiapin nikah? Wahhh.. keren banget!!!
Tau dong ribetnya walimah di Indo gimana…
Blum ngurusin undangan, daftar tamu, katering, dll dll..
Arghhh.. gw aja sempet emosi waktu ngurusin kawinannya kakak gw yg cewe (apa karena dia emang banyak maunya ya? hehe). Untung proses akad dan walimah waktu itu aman-aman aja, alhamdulillah.

Bukunya keren deh, menghibur banget.. hehe.