Review: Rahasia Sukses Bisnis Khadijah, sang istri Nabi (II)

Saya janji melanjutkan review buku ini sepulangnya saya dari arisan ya? Hoho.. ternyata arisannya bukan hari itu (Minggu) tapi hari sebelumnya (Sabtu). Yahh.. sudahlah. Emang engga jodoh mau arisan kali ya (keluh). Jadi, saya lanjutkan review-nya, boleh? Boleh dong.. wong ini blog saya kok. :green:

Jadi, di tulisan saya sebelumnya, saya sudah membahas dua rahasia kesuksesan bisnis Khadijah, sang istri Nabi. Yang pertama adalah Keimanan yang Kokoh dan Spiritualitas yang Tinggi, sedangkan yang kedua adalah Mentalitas Wirausaha. Penjelasan mengenai kedua hal ini silakan membaca postingan saya yang disini.

Ada beberapa poin lagi, sekitar (ngitung) enam poin lagi. Poin yang ketiga: Modal dan Pandai Mengelolanya. Ini pembahasan yang menurut saya seru. Karena begini:

Seperti yang saya tuliskan sebelumnya dan yang kita ketahui bahwa Khadijah tentunya memiliki modal yang tidak sedikit. Dari segi materi maksud saya. Disamping ayah beliau adalah saudagar kaya, pun Khadijah diwarisi harta yang tidak sedikit oleh mendiang suami-suaminya. Nah..

Menurut penulis, Khadijah pun memiliki modal non materi yang sebetulnya lebih dahsyat dan lebih luar biasa pengaruhnya dalam menentukan kesuksesan bisnisnya. Apa modal non materi yang dimiliki Khadijah? Buanyaaakkk buangatttt. Beberapa diantaranya sudah disebutkan di poin-poin sebelumnya, yaitu kejujuran, dapat dipercaya, keberanian, amanah, keimanan/spiritual, kecerdasan, pandai membaca peluang, dll. Fiuhh!

Ada kutipan dari perkataan Suparman Sumaharmijaya dari bukunya Ambillah Jalur Wiraswasta, bahwa orang selalu mengira untuk memulai suatu usaha harus ada modal besar. Menurut Suparman, ini termasuk syndrome kemelaratan. Maksudnya, adalah semua sifat kejiwaan yang tidak baik akibat penjajahan, seperti jiwa budak, yang ada di kepala kita.

Apakah bisnis bisa dimulai tanpa modal dalam bentuk uang tunai sama sekali atau uang tunai alakadarnya? Jawabannya dengan tegas adalah BiSaaAaAaaAaAaA!

Contoh: Bapak Eko Wijayanto asal Blora (JaTeng) yang memulai usaha bisnis briket tempurungnya tanpa modal sepeserpun pada awalnya dan sekarang mengekspor ke Jepang. Lalu, bapak Eko Wijaya asal Karanganyar yang sukses membuat spare part speaker sendiri yang belajar merakit spare part secara otodidak dan memarketkan spare part ini di Indonesia. Bapak Harsya, pendiri RPX (jasa kurir) yang memulai bisnis dari garasi milik ayahnya dan sekarang perusahaannya memiliki omset 70 juta dollar AS. Lalu, bapak Aksa Daud yang memulai bisnisnya dengan modal 5 juta rupiah sajah. Ah, banyak sudah contoh di depan mata (cari di google saja maksudnya). Silakan lho ya.. jangan sungkan-sungkan cari info di google.

Lanjut ya.

Empat: Kemampuan Merekrut Karyawan dan Menjalin Mitra Bisnis.

Sebetulnya tidak ada catatan lengkap mengenai siapa saja para karyawan Khadijah, berapa jumlahnya dan siapa saja mitra bisnisnya. Hanya, ada catatan yang menunjukkan bahwa ia sangat selektif dalam memilih karyawan dan mitra bisnisnya. Seperti saat beliau pada akhirnya memanggil Rasulullah untuk memperkerjakan beliau. Alasan Khadijah ingin memperkerjakan Rasulullah kala itu adalah karena informasi yang beliau terima mengenai Rasulullah, yaitu kejujuran, integritas dan akhlak Rasulullah yang mulia. Lalu, pada saat interview singkat antara Rasulullah dan Khadijah, Khadijah memperoleh kesan bahwa Rasulllah adalah pemuda yang cerdas, santun, pantai menjaga diri dan berpenampilan sempurna. Rasulullah juga selalu memerhatikan lawan bicaranya, mendengarkan dengan teliti dan tidak pernah bersikap setengah-setengah. :eyelash:

Nah, selain beliau pintar memilih karyawan untuk dipekerjakan, pun beliau juga pandai menjaga mereka. Dalam arti memotivasi, tidak pernah telat membayar upah sesuai kesepakatan, dan memandang para karyawan selayaknya mitra bisnis. Jadi, karyawan/mitra bisnis Khadijah bukan tipe easy come, easy go.

Kemudian,

Kelima: Rajin Berderma. Apakah ada korelasinya? Menurut penulis buku ini, tentu saja ada. Saya pribadi pun sepakat bulat-bulat dengan penulis. Sebelum beliau menikah, Khadijah terkenal karena kedermawanannya. Apalagi setelah menikah dengan Rasulullah. Seperti yang tertulis dalam buku The True Love Story of Muhammad dari Abdul Mun’im Muhammad dikatakan bahwa bisnis yang dibangun oleh Khadijah dan Rasulullah adalah atas dasar keadilan dan kedermawanan. Mereka berderma tanpa rasa takut harta mereka akan habis. Dan terbukti, harta di tangan mereka justru selalu bertambah.

Seperti yang tertulis di dalam surat Al Baqarah 2:265

Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.

dan Al Baqarah 2:261

Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan harta mereka di jalan Allah adalah serupa dengan butir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada setiap butir seratus biji. Allah (terus-menerus) melipatgandakan bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan, Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi maha Mengetahui.

Tuh rumusnya. Sebenarnya ada banyak ayat-ayat pendukung. Barusan saya cari di google, ketemu satu halaman disini.

Okeh, lanjutttttttt..

Keenam: Berani Mengambil Keputusan dan Pandai Membaca Peluang. Misalnya sewaktu beliau memilih Rasulullah untuk mengawasi dan menangani urusan-urusan perdagangannya ke negeri Syam. Sebetulnya lumayan berisiko karena Rasulullah kala itu baru sekali memiliki pengalaman perjalanan dagang ke negeri Syam, yaitu pada saat berusia sekitar 12 tahun. Saat itu beliau diajak oleh paman beliau, Abu Thalib. Lalu, bagaimana Khadijah mengambil keputusan ini? Semata-mata karena intuisi beliau yang tajam.

Contoh lain dari keberaniannya dalam mengambil keputusan adalah ketika beliau meminta supaya dinikahi oleh Rasulullah. Kala itu, sudah menjadi tradisi Arab bahwa seorang perempuan yang boleh menunggu lamaran dari laki-laki. Contoh lain lagi, adalah beliau berani mempekerjakan kaum laki-laki Quraisy untuk menjalankan usaha perdagangannya sedangkan masyarakat tersebut menganut sistem paternalistik.

Nah, bicara mengenai Peluang. Peluang dalam arti sederhana adalah kesempatan baik dan menguntungkan. Bisnis atau usaha sebenarnya merupakan pemenuhan kebutuhan orang lain. Kalau kita jeli, pasti ada kesempatan untuk memenuhi kebutuhan apa saja di lingkungan kita, dan itu adalah “peluang”. Jadi sebenarnya peluang ada di mana-mana dan akan tetap selalu ada. Kenyataannya memang peluang tidak pernah menampakkan dirinya begitu saja.

Lalu bagaimana membaca peluang? Peluang itu bisa diciptakan atau dibangun sendiri. Caranya? Adalah dengan kreativitas. Kreativitas dalam dunia usaha adalah bagaimana kita mampu, menampilkan sesuatu yang dapat menarik perhatian pelanggan/orang lain dan membuat sesuatu menjadi efisien. Kreativitas bisa berupa produk, cara pemasaran, cara melayani pelangan, seni pembuatan, dll dsb.

Nanti lanjut lagi ya. Sekarang mau tidur dulu. :eyelash:

4 comments:

  1. hakimtea, 11. June 2008, 3:04

    Ditunggu, calon-calon khadijah Indonesia…! Namun rahasia kesuksesan tertinggi adalah berani mengorbankan harta untuk jalan da’wah dan membantu sang suami dan bukan menyimpan sang suami ditelapak kakinya, seperti mereka (istri-istri) yg sukses berbisnis saat ini.

    Sekali lagi, ditunggu calon-calon khadijah sukses yang tetap rendah hati dengan kesuksesannya :eyelash:

    Kalo sudah sukses… lamar saya ya :green: ntar saya sempurnakan kesuksesan tertingginya :lol:

    Hee… pesan terakhirnya gak nahanin. Amin aminn, Kang. :cool:

     
  2. hanggadamai, 11. June 2008, 10:19

    klo gitu diriku pinjem bukunya dong :green:

    boleh2 aja :eyelash:

     
  3. abiyasa, 12. June 2008, 14:05

    Semoga ant dan qta semua bisa meneladani Khadijah r.a. amin.
    Saya tunggu postingan berikutnya yang seperti ini. Berikutnya fatimah r.a. ya ….

     
  4. Angin Putih, 9. August 2008, 20:52

    weeew…mbak thank you…sebenernya khadijah itu salah satu idola saya yang saya teladani. kwkwkwkwkw. Oh yak,denger-denger diya juga orangnya setia ,ceria n sabar banget. kapan yak punya istri kayak gini. keren banget yah. ceritain lagi dunk yang lebih banyak tentang diya. email aja pliss :-v .

     
:rose: :wink: :tears: :?: :girl: >:) :D (:| B-) @-) :- :-> 8-} :puke: :-h :chicken: =(( :-f /:) :)) :-B :(( :bald: :nerd: :skull: :-j #-o :-? :funny: :-< :blush2: #:-S :boy: :bow: :^O :) :-S :-e :-* :idea: :mad: :wtf: :-/ :alien: ;;) =)) :pray: :!: ;) :-SS :( :d :D/ :x 8-> [-( :monkey: :lol: :money: =D> I-) :party: :drool: =; :h :)] :g :flat: :dunno: :-$ :blushing: :-v ~x( :pumpkin: X-( :stars: :| :arrow: :roll: ;)) 8-| :devil: :-w :cow: L-) :-c :o) :mrgreen: :-m O:-) :alien1: >:P :devilish: :-p <):) :-O

Write a comment: