Antara Teman dan Laki-laki

Ada satu fenomena disini. Hubungan antara teman dan laki-laki, atau lawan jenis. Seharusnya judul postingan ini bukan antara teman dan laki-laki, tapi teman dan lawan jenis. Ah, peduli apa. Toh penulisnya adalah perempuan. Jadi, sewajarnya judul postingan adalah antara teman dan laki-laki.

Saya bukan pendukung murni “cons”, dan juga tidak benar-benar merestui para pengikut “pros”. Tentunya hal ini berdasarkan pengalaman pribadi, dan beberapa pengalaman manusia-manusia di sekitar saya yang kebetulan (dan sayangnya) saya amati baik-baik.

Tentunya, pertemanan antara perempuan dan laki-laki sudah terjadi dari sejak dahulu. Salah satu hal yang mengikat adalah kebutuhan bersosialisasi. Apalagi di peradaban sekarang. Mau tidak mau akan ada celah untuk melakukan kontak atau interaksi dengan lain jenis. Kasir restoran dan supermarket, supir dan kernet bis, pengemis di kolong jembatan, tetangga, teman kampus, teman kerja, klien, dll. Pada akhirnya kita hanya mengandalkan kemampuan pribadi untuk bersikap dan bertingkah laku, demi menjaga diri sendiri. Tidak ada campur tangan dari keluarga atau teman disekitar kita.

Terlepas dari kebutuhan berinteraksi dan bersosialisasi tadi, saya pun percaya bahwa ada batas antara perempuan dan laki-laki. Ada sesuatu yang harus dijaga oleh perempuan dan laki-laki dalam hubungan pertemanan ini. Mungkin agak sedikit blur bagi laki-laki, tapi sangat terasa bagi perempuan karena perasaannya yang super peka. Bisa jadi peka terhadap rumor atau gosip yang akan terjadi pada saat hubungan pertemanan menjadi semakin intens, atau peka terhadap kondisi hati yang simpang siur amburadul gara-gara hubungan pertemanan tersebut.

Mungkin juga saya terlalu sensitif sehingga seringkali pertemanan dengan laki-laki agak sedikit terasa berat, terutama untuk point pertama diatas. Sampai saat ini, point kedua hanya terjadi sekali dalam seumur hidup saya (beberapa tahun yang lalu) dan tidak pernah ada niat untuk mengulanginya yang kedua kali.

Ah.. pada intinya, saya menghargai teman-teman saya yang berjenis laki-laki. Namun, tidak ada sedikitpun terlintas dibenak saya bahwa salah satu diantara mereka adalah pasangan hidup saya kelak. Tentunya, hanya Allah yang berkehendak melalui takdir-Nya nanti. Tetapi jika saya diperbolehkan untuk memilih, tentunya saya tidak akan memilih salah seorang teman laki-laki saya untuk dijadikan pasangan hidup.

Ada satu hal yang tadi saya tanyakan kepada sahabat perempuan saya, “Jika kita (perempuan) akan dengan sangat mudah untuk dijadikan sumber fitnah, lalu apakah hanya kita (perempuan) saja yang harus mencegah???”

Berhubung jawaban sahabat saya agak sedikit ekstrim, maka baiknya tidak saya publikasikan disini. Sekedar info saja, jawaban darinya pun berdasarkan pengalaman pribadinya akhir-akhir ini. Dan saya menyetujui pendapatnya.

Untuk kondisi saya saat ini, saya hanya ingin diam dan tidak merespon. Itulah satu-satunya tindakan yang saya lakukan. Alasannya adalah karena respon dan jawaban saya hanya semakin memperuncing keadaan. Alih-alih sirna, malah semakin menjadi-jadi.

Saya terusik karena saat ini saya hanya ingin menjalani hidup dengan tenang. Sempat terlintas, apakah saya perlu menghapus blog ini, menghapus YM di komputer saya, dan mengganti nomor telpon saya. Bukan bermaksud untuk bersikap seperti buronan yang melarikan diri alias pengecut, tapi ini tentang saya yang sudah dalam kondisi jengah yang super akut. Grrrrrrrrrrrrrrr! Menyebalkannnnnnnnn!

PS: Melihat tanggapan, rasanya saya harus memikirkan dengan serius untuk menghapus blog ini.

6 comments:

  1. yhadee, 19. May 2008, 9:52

    hmmm hmmm hmmm.. :worried: knapa nih? :nerd: ada apa yach?.. :sad:

     
  2. temon, 19. May 2008, 15:06

    hem.. begitu ya he..he.. jadi inget waktu muda :-P
    memang utuk urusan tersebut ada seni tersemdiri agar tetap dapat hidup tenang :-D
    tidak usah terlalu ekstrim pasti ada jalan tengah

     
  3. wirda, 19. May 2008, 15:46

    jgn ampe ngehapus Blog…jgn patah arang gara2 yg tadi…

     
  4. adikhresna, 19. May 2008, 20:07

    Sing sabar…, ukhti. Semua kejadian, pasti ada hikmahnya.

     
  5. Ajeng, 20. May 2008, 3:43

    teti, ada apa? kok postingannya bginih?

    p.s btw maap gue lama ngilang..hehhe..
    Take care ya say!

     
  6. rizyana, 21. May 2008, 8:56

    san, segitunya…tapi aq jg baru aja mikir bgitu kmaren. mungkin ga perlu segitu ekstrem. kadang emosi kan membuyarkan stabilitas pikiran kita, jadi ditinggalin aja dulu blogmu kalo emg lagi eneg…piss

     
:rose: :wink: :tears: :?: :girl: >:) :D (:| B-) @-) :- :-> 8-} :puke: :-h :chicken: =(( :-f /:) :)) :-B :(( :bald: :nerd: :skull: :-j #-o :-? :funny: :-< :blush2: #:-S :boy: :bow: :^O :) :-S :-e :-* :idea: :mad: :wtf: :-/ :alien: ;;) =)) :pray: :!: ;) :-SS :( :d :D/ :x 8-> [-( :monkey: :lol: :money: =D> I-) :party: :drool: =; :h :)] :g :flat: :dunno: :-$ :blushing: :-v ~x( :pumpkin: X-( :stars: :| :arrow: :roll: ;)) 8-| :devil: :-w :cow: L-) :-c :o) :mrgreen: :-m O:-) :alien1: >:P :devilish: :-p <):) :-O

Write a comment: