Tentang Dia (Yang Tak Kalian Kenal)

Dia adalah perempuan biasa yang dilumuri cacat dan khilaf. Dia masih belajar untuk berlari walaupun berulang kali tersandung sana sini. Dia adalah perempuan biasa yang setiap hari menyuarakan semangat pagi ke jiwanya dan orang-orang terdekatnya. Semangat pagi di kala siang, sore, dan malam. Semangat untuk menuju ke perubahan yang lebih baik, katanya.

Setiap manusia memiliki kekurangan, pun dia sadari ini. Kekurangannya pun tak terhingga banyaknya hingga nyaris setiap saat air mata itu jatuh perlahan. Oh iya, perempuan kan sensitif. Sensitif untuk menangis, menikmati emosinya (secara sadar ataupun tidak) - bahkan pada saat menangis itu, ia pun menikmatinya. Ada sensasi indah yang ia rasakan saat merasakan kelemahannya, ujarnya singkat waktu itu.

Dia adalah perempuan yang lemah, akunya. Tidak ada perdebatan untuk itu. Mereka yang berada di sekelilingnya terkadang dapat melihat hal itu dengan jelas, karena tanpa sadar ia lengah - menunjukkan kelemahannya. Itulah khilafnya. Itulah cacatnya. Sebaliknya, sebagian mereka lagi melihatnya sebagai sosok yang tegar dan kuat. Mungkin itu topengnya, untuk menutupi kelemahannya. Bisa aja kan?

Rindunya kepada mereka yang terdekat adalah dalam dan pekat, seperti lembah yang tak dapat ditembusi oleh setitik sinar pun. Terkadang peristiwa dan kejadian mengharuskannya untuk bergegas menghapus peluh dan kembali menyuarakan semangat pagi di dirinya. Padahal mereka yang terdekat adalah segelintir orang yang dapat memberikannya “nafas”. Setidaknya nafas untuk mencinta.

Namun, mereka yang terdekat pun terkadang tak dapat melihat bahwa ia merindu. Ahh, seperti petuah lama;

Rindu tak harus saling memiliki..

Ah, bercanda aja deh. Mana ada petuah seperti itu, ujarku. Dia hanya tersenyum dan mengalihkan pandangannya ke langit-langit kamarku. Dia merasakan hal itu dengan sangat nyata. Tapi sudah tidak menjadi permasalahan, katanya lugas. Rindu itu adalah percikan-percikan cinta. Artinya aku menyintai mereka, katanya lagi dengan tersenyum.

Lalu lelaki?, tanyaku singkat.

Mereka ada diluar sana. Biarkan saja, tidak usah dilihat. Biarkan mereka menilai, berpikir dan memutuskan. Yang jelas, jika elang tak datang, kutunggu merpati yang tak pernah ingkar.

Dia adalah saudaraku, si perempuan biasa. Dia menghilang dari “dunia” dan membangun gubuk tempatnya bersandar sekarang. Keinginannya adalah sungguh-sungguh menghilang, sebetulnya. Tak terdeteksi apalagi terlihat. Dan lagi-lagi air matanya jatuh perlahan saat mata-mata itu melihatnya. Semuanya sia-sia!, teriaknya kepadaku suatu waktu. Akhirnya, suatu kegilaan temporer pun dilakukannya saat itu juga. Aku ada disana, melihatnya melakukan itu. Eksperimennya yang berhipotesa bahwa mata-mata itu akan berhenti mengusik pada sesuatu yang transparan ternyata adalah salah. Lalu akhirnya, melulu khilaf - melulu penyesalan.

Tadi dia duduk disampingku dan separuh badannya terkulai lemas pada bahuku.

Ingatkan aku, besok harus berkata semangat pagi.

Lalu ia menutup mata dan menikmati sepotong lagu itu.

Semua berakhir pada Mu..

13 comments:

  1. Ajeng, 4. April 2008, 2:29

    sedih amat tet :( …btw ini tulisan bisa juga ni masuk ke selfpoem… :lol: dasar pujangga …ck ck ck

    komen lo saru amat seh.. ihhhhhhhhh.. orang gilaaa :hehe:

     
  2. Febra, 4. April 2008, 9:32

    ya tuh, bahasanya benar-benar pujangga :green:

    maza zih?

     
  3. jameshigham, 4. April 2008, 12:14

    I see

    what?

     
  4. agus cuprit, 4. April 2008, 15:17

    saya tlah datang lagi….

    SEMANGAT PAGI…!!!

    selamat datang lagi!

     
  5. realylife, 4. April 2008, 20:07

    semoga bukan untuk saya khan ? :blushing:

    :D

     
  6. kelepon, 4. April 2008, 20:25

    Kamu Pujangga :wise:

    Bukan, saya Santi ;)

     
  7. heryociet, 5. April 2008, 8:34

    ;) hebat, keren.
    SEMANGAT skripsi hehehe :D

    selamat skripsi ;)

     
  8. Qie, 5. April 2008, 10:28

    dalam banget ya kata2nya salut dha….

    daleman mana sama sumur tetangga? :D

     
  9. abiyasa, 5. April 2008, 10:49

    subhanalloh..melelehlah saya..

    astaghrifullah.. emang panas ya?

     
  10. nexlaip, 5. April 2008, 11:19

    penuh makna

    alhamdulillah.. semoga berguna

     
  11. stey, 5. April 2008, 22:07

    ehmm..’dia’ mati ya?
    so sad..

    hehe :D

     
  12. boedy andrian, 6. April 2008, 19:31

    wah melebihi syair ayat-ayat cinta nih , :eyelash:

    ayat2 cinta tuh yg mana ya bud? *binun*

     
  13. adikhresna, 7. April 2008, 1:15

    Tetap semangat dong! Lemah itu kan menurut versi manusia (atau diri sendiri). Keep positive thinking, please. Just coz we’re moslem!!!

    Hehe.. iya. Btw, itu lg latihan buat prosa aja kok. Hehe.

     
:rose: :wink: :tears: :?: :girl: >:) :D (:| B-) @-) :- :-> 8-} :puke: :-h :chicken: =(( :-f /:) :)) :-B :(( :bald: :nerd: :skull: :-j #-o :-? :funny: :-< :blush2: #:-S :boy: :bow: :^O :) :-S :-e :-* :idea: :mad: :wtf: :-/ :alien: ;;) =)) :pray: :!: ;) :-SS :( :d :D/ :x 8-> [-( :monkey: :lol: :money: =D> I-) :party: :drool: =; :h :)] :g :flat: :dunno: :-$ :blushing: :-v ~x( :pumpkin: X-( :stars: :| :arrow: :roll: ;)) 8-| :devil: :-w :cow: L-) :-c :o) :mrgreen: :-m O:-) :alien1: >:P :devilish: :-p <):) :-O

Write a comment: