Archive for April, 2008

Aprilili..

Hari ini bulan April ya? Ugh.. betul-betul bulan yang maha dahsyat, untuk saya dan menejer saya yang terkasih itu. Saya jadi tak kuasa untuk bercocok tanam kalau begini caranya.. (nyambung gak tuh? engga ya? bodo ah..). Atas kegilaan di bulan April ini, saya ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Dendrobium saya yang sukses menghasilkan 2 helai daun yang menguning akibat telat disiram (kadang malah tidak saya siram). *Menghela nafas pendek* Tak rela rasanya, padahal Dendrobium itu satu-satunya yang selamat dari serangan semut-semut nakal (Omong-omong, Dendrobium itu anggrek).

Dendrobium satunya lagi, yang tidak selamat dari seleksi alam dan bukti kegagalan saya sebagai tukang kebun, adalah dendrobium yang berbunga dengan sukses nan gemilang di tangan saya. Hebat ya? Ya tidak dong.. wong itu pas dibeli sudah ada kuncup-kuncup nya kok. Terimakasih kepada semut-semut nakal yang selalu menjadi hama untuk setiap tanaman yang berjenis anggrek, dendrobium itu sekarang mati.. is dead. Tapi setidaknya ia layu setelah berkembang. :D

Read more »

Tentang Dia (Yang Tak Kalian Kenal)

Dia adalah perempuan biasa yang dilumuri cacat dan khilaf. Dia masih belajar untuk berlari walaupun berulang kali tersandung sana sini. Dia adalah perempuan biasa yang setiap hari menyuarakan semangat pagi ke jiwanya dan orang-orang terdekatnya. Semangat pagi di kala siang, sore, dan malam. Semangat untuk menuju ke perubahan yang lebih baik, katanya.

Setiap manusia memiliki kekurangan, pun dia sadari ini. Kekurangannya pun tak terhingga banyaknya hingga nyaris setiap saat air mata itu jatuh perlahan. Oh iya, perempuan kan sensitif. Sensitif untuk menangis, menikmati emosinya (secara sadar ataupun tidak) - bahkan pada saat menangis itu, ia pun menikmatinya. Ada sensasi indah yang ia rasakan saat merasakan kelemahannya, ujarnya singkat waktu itu.

Read more »

Teman Lama (lagi)

Ditengah riuh pekak ketikan keyboard yang menghentak karena pekerjaan yang belum rampung padahal tugas baru sudah di depan mata.. (curhatnya berlebihan deh kayaknya..), tiba-tiba pintu kamar saya terbuka. Engga sih, bukan hantu kok. Apalagi kecoa. Masa kecoa bisa buka pintu? Hihi.

Kakak saya yang tiba-tiba membuka pintu kamar saya. Dengan kacamata dan mimik muka yang, “Ada apa?”, saya menatap kakak saya yang tiba-tiba pergi begitu saja dan membiarkan pintu kamar saya terbuka.

Huh! Jahil!, pikir saya dalam hati. (Saya tidak suka kalau pintu kamar saya terbuka).

Lalu, tiba-tiba.. jreeeeengggggg!

Read more »

« Previous Page