Laskar Pelangi-nya
Iya, saya sedang baca buku ini. Kenapa saya engga bilang “novel”? Karena kondisi pendidikan yang diceritakan penulis adalah kondisi riil yang sedang dihadapi kebanyakan sekolah di Indonesia Raya, tanah air beta.
Saya jadi teringat tulisan saudara saya di Batam sana, tentang nasib generasi anak pulau yang beliau tulis waktu lalu. Kemudian, saya juga teringat dengan tulisan Jeng Wirda - saudari saya di Jakarta yang kebetulan berprofresi sebagai guru - tentang surat cintanya kepada murid-muridnya. Saya kutip sedikit mengenai tulisan beliau;
Kemarin saya bercerita, tentang hampir rubuhnya sebuah gedung sekolah dasar negeri. Sementara di sekelilingnya berdiri rumah-rumah mewah dengan harga di atas ratusan juta bahkan satu milyar. Saya membayangkan, betapa mengerikan dan menyedihkannya sekolah dalam keadaan seperti itu. Cat yang mengelupas, atap genteng yang bocor, tiang yang miring… Bagaimana mungkin anak-anak bisa semangat sekolah…
Begitulah kondisi yang sedang dihadapi dunia pendidikan di negara kita. Begitu kritis dan kronis. Padahal kita semua pernah menyanyikan hymne berikut ini:
Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa
Apa makna lirik lagu hymne ini? Perhatikan baik-baik lirik lagu itu dan temukan kata “pelita” serta “embun” disana. Guru adalah pelita dalam kegelapan dan embun penyejuk dalam kehausan. Guru adalah salah satu mediator antara ilmu dan murid. Sedangkan, ilmu pendidikan adalah kunci untuk mengentaskan kemiskinan yang begitu fenomenal di negara kita - saya yakin kalian juga sependapat dengan saya.
Lalu, ilmu pendidikan yang bagaimanakah yang bisa menjadikan anak-anak itu menjadi pemimpin-pemimpin pintar akal dan berbudi pekerti? Agar mereka nantinya memiliki moral, tidak korupsi, ber-mental baja, dan yang lebih penting: mengadakan perubahan-perubahan baik sekaligus memperhatikan nasib orang-orang disekitarnya. Bagaimana? Hayo.. gimana?
Ah, kalau kita mau merumuskan kekurangan dan hambatan, saya jamin tidak akan cukup satu postingan. Apakah ada cukup waktu untuk itu? Sedangkan anak-anak itu saja tiap hari badannya semakin tinggi, ya toh?
Semalam, saya iseng-iseng browsing youtube untuk mendengarkan acara Baba Ali, seorang da’i muda asal California, yang menyiarkan dakwahnya di youtube sana (sehubungan dengan perseteruan RUU IT dengan website youtube, semoga anda cukup beruntung untuk dapat menonton video-video beliau). Kemudian, secara tidak sengaja saya melihat iklan di videonya dan secara sengaja saya mengetikkan url yang tertera disitu. Nama websitenya: Muslim Hands.
Subhanallah, saya sungguh-sungguh terpana melihat website ini. Kalau saudara-saudara muslim yang bertempat di United Kingdom sana dapat menjangkau saudara muslim lain yang membutuhkan di seluruh dunia (bahkan sampai di Gaza - Palestina), lalu ………………… ? (isilah titik-titik berikut ini).
Entahlah, mari kita pikirkan dan renungi. Semoga membuahkan ide dan karya nyata untuk sesama yang membutuhkan di negara ini. Ingat, kita perlu action. Bukan rencana jangka panjang banget yang tidak jelas kapan akan terealisasi. Amin!
28 comments:



,
iya setuju kita butuh action bukan NATO..
Maaf OOT ya jeng, youtube mulai hari (8/4/08) tidak bisa diakses kena blokir karena memuat filem fitna dan web2 sejenis yang memuat hal yg sama. Nilai positif habis oleh nila setitik… pemerintah belum mempunyai jalan lain kecuali memblokir seluruh situs tersebut entah sampai kapan.
Mudah2an web dan blog yang memuat filem fitna segera menghapus filem tersebut dari web/blog mereka kalo tidak tidak akan bisa diakses oleh penduduk Indonesia tercinta tanah air beta
@ tet, keknya utup udah bisa dibuka, wkt hari jumat di tempat toli gue juga ga bisa buka sih, tapi skg udah beres sepertinya…
mampir balik yach!..
lha,,, apa hubunganya bagaimana pendidikan yg baik dengan video you tube? kalau mau memperbaiki pendidikan, yah .. humm, saran saya, santuni org miskin dan anak terlantar.. karena lebih dari 13 jt anak usia sekolah dasar tdk dapat bersekolah.. krn biaya sekolah yg terlalu mahal
datang nih… Masalah pendidikan ya? sepertinya solusi semalam yg kita bicarakan bisa diajukan pada pembaca tuh…
btw…S-E-M-A-N-G-A-T–P-A-G-I-!
weh..dah diposting di sini.katanya mo bergabung ya.. ayo bergabung..saya yg mbantu ajah :eyelash: (sebelum ada :-”).. :green:
indah jikalau kita tak hanya mencintai diri kita
senantiasa peka terhadap ketimpangan yang ada
dan segera bertindak dengan kemampuan raga dan rasa
lalu semakin terbenahinya posisi kita di dunia
untuk tempat di akhirat yang lebih layak
Kalo masalah bangunan sekolah kalo menurut saya sudah ada yang ngrus. Ga ada hubungan nya ma Rumah2 yang gede itu. Karena kalo saya ga salah baca diatas itu kan SEKOLAH DASAR NEGERI. Buat apa ada Dinas yang mengurusinya. kan adakali dana buat itu.
Tapi yang heran dikita bangunan sekolah ga bisa bertahan lama. KENAPA????
heheh kalo youtube…. masih banyak jalan menuju sana.
Assalamu’alaikum
Inilah kondisi riil (sala satunya di negara tercinta ini). Namun, yang membuat aku kurang nyaman adalah bahwa pencarian solusinya baru sebatas wacana, pemikirannya pun masih normatif, tidak mengakar, tidak aplikatif. Mbak mungkin akan bertanya padaku, apa masukan kongkritnya? Saya jawab aja (semoga ke depannya, ini jadi salah satu bahan postingan beberapa blogger) bahwa perlu memilah persoalan yang prioritas dulu. Mana yang paling prioritas diantara beberapa permasalah di negeri ini? Ekonomi; pendidikan; moral; politik; korupsi; atau apa? Saya ambil contoh saja, ekonomi. Di bidang ekonomi, masalahanya apa saja? Apa pula prioritasnya, apa solusinya? Dan apa yang dapat diperbuat para blogger?
Saya malah sempat mengusulkan agar pemikiran-pemikiran ini diwadahi, ada blog yang secara khusus menampung aspirasi para blogger. Salah satunya adalah KOMUGARA. Tapi, ya itu dia; belum apa-apa sudah muncul banyak keraguan apakah nantinya bisa jalan apa tidak. Baru mau melangkah sudah ragu. Aku jadi bingung sendiri akhirnya. Aku sering membatin, apakah aku merasa cukup dengan sekedar merasa? Merasa, bahwa di sekelilingku banyak ketimpangan? Saya bahkan sudah menuliskan surat kepada Presiden SBY dan menyumbangkan pikiran di web Beliau. Saya tahu, usulan saya tidak ditampilkan di blog Beliau; tapi saya juga tahu, bahwa pemikiran itu beliau terima dan sudah Beliau lontarkan ke publik (saya sempat baca di Republika edisi awal bulan ini). Dan saya juga tahu, bahwa itu pun belum cukup untuk dapat mengentaskan permasalahan-permasalahan negeri ini.
Banyak para blogger yang memiliki potensi untuk sekiranya dapat menyumbangkan pikiran dan kemudian berpadu merealisasikannya. Saya sudah beberapa kali berkunjung ke beberapa blog lain, saya selami alur pikir para penulisnya; dan Subhanallah…. Pikiran mereka bagus, smart dan punya keinginan untuk turut menyumbang bagi perbaikan kondisi tanah air ini.
Tapi…lagi-lagi, kita baru sebatas sama-sama bekerja….dan belum bekerja sama (apa benar begitu? silahkan tafsirkan sendiri!).
Maafkan aku, kalo komentar ini sedikit panjang. Semua tidak lain karena saya pun sama dengan Anda, merindukan kondisi negeri ini membaik. Mbak Santi, terima kasih telah membuat uneg-uneg ini keluar.
Innalhamdalillah, wa ‘afwan, wassalamu’alaikum
bagusnya sih jadi donatur tetap /bapak atau ibu angkat dalam hal pembiayaan sekolah anak tidak mampu, ini hal yang sangat realistis untuk kita.
Harusnya orangtua terus terlibat dalam pendidikan anaknya. Jangan cuma bisa bikin doank.
Assalamu’alaikum. Ane dah kunjungi links tadi. Subhanallah….Mereka sudah bergerak dengan baik. That’s a real thing. Ane juga sudah berkomunikasi dengan blogger lain, IMB (sayang … ane belum keterima jadi anggota). Ane juga sudah memaklumi keberadaan beberapa jenis “dompet” yang berbuat untuk negeri ini. Langkah mudah, memang menjadi donatur untuk mereka. So, ane punya pertanyaan untuk ukhti: adakah ukhti sudah punya pemikiran untuk tahap selanjutnya? “afwan ya…ora mokso :wise: .
Wassalamu’alaikum
burur2 neh..
mau silaturahmi aja..
lam kenal ya..
jangan lupa mapir..
Logo bersama BLOGGER BERSATU & BERSAHABAT. Salam!
jadi kangen ma pak guruku
kecewanya sama youtube pas membolehkan pelm parno2
…walopun kabarnya dah di blokir sama pemerintah ya tetep ajah orang2 pinter gak keabisan akal.
@adhikresna:
saya dengar dari Santi klo mas Adikhresna punya cita-cita membangun generasi berikutnya yg berkualitas…yuk kita mulai dari kita…buat simpul2 dimasing-masing daerah…buat kerja-kerja sesuai dengan kemampuan masing-masing dari kita.
Agus Cuprit
Direktur Sejahtera Center
kirain laskar dumbledore, hehehe
*keknya buku yang menarik non..baca ah
Bu,selamat..
Allahu Akbar!!!!
hari ini udah 2 blog yang bicara tentang pendidikan ke saya. Well, semakin kesini dunia pendidikan emang semakin mahal,saya cuma mikir gimana nasib orang yang udah ga kaya, ga pinter pula..huh!!!
Pengumuman: Sejak kemaren sore yutup udah kembali dibuka jeng.
Oya jeng liat pak dokter nggak…? kesehatan gigi ko ga bisa dibuka ya :sad: padahal mau nyampein berita ini pada beliau…
ada orang yang baru datang pertama kali ke batam…
katanya batam sepi…
Assalamu’alaikum
Ukhti…ane ijin pinjam link banner QuranExplorer.com-nya ya dan ane edit sedikit ukurannya. Jazakumullah. Wassalam
‘Afwan, tidak jadi pinjam…minta aja. Nuhun
[...] Laskar Pelangi-nya [...]