Kisah Ibu Jagoan
Bismillahirrohman nirrohim.
Harap diingat, bahwa saya tidak menulis kisah fiktif. Kisah yang akan saya ceritakan ini adalah nyata, ada. Saya merasa malu yang tak berkesudahan karena mengetahui fakta bahwa kisah ini berlokasi di dekat rumah saya. Hanya dalam hitungan menit dengan motor (yang tadi pagi diantarkan oleh saudari saya - itupun baru kenal).
Tujuan dari penulisan cerita ini adalah khususnya untuk Komunitas Galang Rasa, sebagai laporan yang saya janjikan tempo hari. Umumnya, tentu untuk kalian para pembaca yang budiman, ganteng-ganteng, cantik-cantik, baik hatinya, berbudi luhur, dan insya Allah istiqomah di jalan Nya. (Amin!).
Baiklah, saya mulai ceritanya.
Melanjutkan ide dari teman-teman sekalian pada postingan saya sebelumnya (Laskar Pelangi-nya), dan alhamdulillah terjadi ketidaksengajaan yang diciptakan oleh-Nya, sehingga saya pun mengetahu nama seorang Ibu dari seorang saudari saya. Nama Ibu itu adalah Ibu Thamrin.
Hari Jumat ini, saya dan saudari saya berkunjung ke kediaman beliau. Berhubung saudari saya itu sedang ada pekerjaan lain, sehingga dia pun mengundurkan diri dan membiarkan saya berbincang dengan beliau.
Usia Ibu Thamrin kira-kira sama seperti ibunda saya. Beliau bertubuh mungil dan senyum yang bersahaja itu selalu terlukis di wajahnya. Saya seperti melihat sosok bude kesayangan saya yang juga berperawakan sama dengan beliau.
Anak-anak beliau ada empat dan kesemuanya sudah berumah tangga. Total cucu beliau ada sepuluh orang, alhamdulillah. Ah, pada intinya, saya hanya ingin menginformasikan bahwa sungguh terlihat jelas kalau kehidupan beliau dipenuhi oleh cinta. Kebahagiaan yang terpancar dari mimik muka, cara tersenyum, tawa, bahkan guratan keriput beliau malah nyaris tersamar.
Rumah beliau terletak di sebuah kompleks perumahan di Jl. Anggrek Neli Murni di Jakarta Barat. Pada salah satu sisi rumahnya - karena posisi rumah pada hook, terdapat satu ruang yang menjadi penyejuk hati anak-anak kompleks dan khususnya, anak-anak jalanan sekitar Slipi.
Tempat ini adalah Tempat Pendidikan Al Qur’an (TPA) yang bernama Qolbun Salim. Sekarang ini, total jumlah murid kurang lebih sekitar 30 anak-anak jalanan yang datang sendiri ke lokasi, atau secara tidak sengaja diketemukan beliau saat sedang membagikan sembako ke lokasi-lokasi kumuh. Ada juga orangtua dari anak-anak jalanan itu yang langsung meminta Ibu Thamrin untuk mengajarkan Al Qur’an kepada anak-anaknya.
Jadwal TPA adalah seminggu dua kali pada waktu sore hari. Sedangkan pagi harinya adalah Taman Kanak-Kanak yang juga terbuka untuk umum.
Kemudian, salah satu program pendidikan beliau adalah home schooling yang tentu tidak asing lagi di telinga kita. Tapi home schooling untuk mereka yang fakir dan papa rasanya kurang begitu nge-trend sehingga jarang terdengar gaungnya. Tentunya program ini menjanjikan, karena anak-anak tersebut memperoleh kesempatan untuk (tidak hanya) mengecap pendidikan, tapi juga melanjutkannya ke jenjang yang setinggi-tingginya.
Untuk setiap program ini, beliau tidak tega untuk menarik iuran dan alhasil kartu iuran itu tidak pernah diberikan kepada murid atau orangtua murid.
Tidak hanya itu, beliau juga sering mengadakan program outbond dan sejenisnya untuk anak-anak ini. Insya Allah, akan diadakan program outbond ke Sukabumi (kalau saya tidak salah) pada pertengahan tahun nanti.
Selain hal yang berbau pendidikan dan anak-anak, juga diadakan pengobatan gratis setiap bulannya, insya Allah. Obat-obatan yang diberikan adalah untuk penyakit umum, misal: paracetamol, obat diare, dan sejenisnya.
Kurang lebih, begitulah program-program beliau. Jangan heran kalau akan ada program lainnya yang secara spontan beliau lakukan. Karena seringkali ide tersebut datang begitu saja, seperti juga “jalan” untuk merealisasikannya.
Sekarang mari berbicara tentang kendala yang dihadapi Ibu Thamrin.
Selama ini beliau diperbantukan oleh anak dan menantunya. Dan berdasarkan pembicaraan saya dengan beliau, sudah jelas beliau kekurangan personil atau tenaga kerja lapangan dan administratif, serta penggalakan dana.
Seperti program outbond yang akan datang tersebut, beliau mengatakan menemui kesulitan dalam masalah pembuatan proposal-proposal. Padahal sponsor beliau, insya Allah, sudah di depan mata dan menawarkan diri.
Tadi saya menerima sms dari beliau tentang ide yang lain lagi. Adalah membuat program pesantren kilat selama dua hari dengan partisipan sebanyak 50 anak-anak. Lokasinya di Bogor dengan rekreasi pemandian air panas di Cipanas. Mengenai donatur, apakah sudah ada atau tidak, saya belum terkonfirmasi oleh beliau. Tapi kita anggap saja program ini masih belum ada donaturnya.
Solusi permasalahan (menurut saya):
Mengenai tenaga kerja lapangan, mungkin dengan menginformasikan hal ini kepada komunitas-komunitas lain atau anda (pembaca) yang mungkin ingin membantu ala kadarnya. Jika bersedia, silakan berkunjung ke kediaman beliau. (*)
Mengenai administrasi, mungkin agak lebih fleksibel untuk dikerjakan karena dapat dilakukan di rumah. Berhubung saya ini nyaris tidak pernah membuat proposal (dan lebih sering bertugas di lapangan), mungkinkah ada yang bisa menyumbangkan tenaga dan ilmunya sedikit? Atau, saya membantu membuatkan draft, lalu diperiksa dan diperbaiki oleh pakarnya (?).
Mengenai penggalakan dana, bagaimanakah saran anda? :eyelash:
*Mohon maaf, saya lupa meminta ijin beliau dalam hal penulisan alamat dan nomor telpon kediaman beliau. Silakan hubungi saya untuk informasi ini.
17 comments:





,
Assalamu’alaikum
Saya tak perlu berpikir panjang untuk dapat menyatakan bahwa Beliau adalah salah seorang pejuang di negeri ini. Di tengah kehidupan sekarang yang cenderung mulai nafsi-nafsi, Beliau telah secara riil berjuang; walau raga itu telah terlihat mulai goyah.
Dan ukhti, semoga ini menjadi ladang awal bagi kita. Ladang yang memang perlu digarap dan diberi pupuk, sehingga tidak menutup kemungkinan makin luaslah lahan garapan itu.
Dan dengan komentar ini, ijinkan saya untuk menyatakan kesediaan untuk mendukung langkah Ibu Thamrin dan antum. Dan Insya Allah, saya hubungi antum secepatnya.
Wassalamu’alaikum
pengen ngejembel…
eh maaf salah komen.
Itu buat postingan sebelumnya
Dukung doa aja
senantiasa semangat….
Ayo berikan yang bisa kita berikan
energi positif itu selalu ada untuk berbagi dan menolong sesama. Dengan berbagi apapun yg kita sanggup dan bisa itulah yang akan kita petik nanti. Yang jelas saya dukung ukht
she is the real wonder woman.. :sad:
afwan kemarin agak telmi..oo ternyata ttg ini ya..kapan saya bergerak ya?..
Yuk kita bicarakan bersama solusinya…yuhuu..
***
Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan. (QS.21:47)
mudah2an dengan adanya tulisan ini, banyak dari rekan2 blogger yang mau berpartisipasi menggalang dana untuk meneruskan program mulia ini.. akan lebih baik jika dimulai dari kita2 yang ada disini..
.. se7???
ada alamat yang bisa dihubungi? atau telpun…
(mangap…baru bisa jalan2 lagi.. habis sakit berkepanjangan
.. dan mudah2an masih dikenali sama admin selfpage)… 
Jantung baik selalu akan menang, Santi.
Assalamu’alaikum
Ukhti, gimana dengan data tambahan dari Ibu Thamrin?
Semoga Antum tidak terlalu sibuk ya…. Amin
Wassalamu’alaikum
hemmm…saya juga lagi berjuang utk KOPI MANIS (Komunitas Pinggiran Mandiri dan Sejahtera). Saling mendoakan yuk…
assalamualaikum.ww mba..
apakabarnya nih?? kok sb-nya diilangin tho mbak?
betewe, saya pengeeen banged nolongin.. soal proposal, saya aja ndak bisa bikinnya, apalagi ngoreksi.. bs” gag dilulusin tar.. soal dana apalagih.. kerja aja blom.. makan ajah masih ngemis ma ortu..
tapi saya akan usahain mencari org2 yg bs nolongin mbak..
good luck yah mbak…
titip salam sama ibu jagoan ituh…
waduw, besok dapet balesan dari tuhan kaya apa yah
alloha neng.. tak ada SB Comments-pun jadi. he..he..
pa kabar nih.?
Assalamu’alaikum
Saudariku, telah terangkai ribuan bahkan jutaan kata dari lentik jemari ini. Ana nggak tahu, apakah antum berkenan atau sebaliknya. Kalaulah ada kata yang salah, ana mohon untuk dimaafkan. Salam ana untuk keluarga antum.
Wassalamu’alaikum
Jadi pengen ikutan komen #14 (kang adi).
ada yang punya maaf? saya minta dunk… (minta maaf). klo2 ada kesalahan…
banyak
Maaf mbak santi saya blum bisa bantu apa-apa, cuma bisa membantu doa aja, semoga kegiatannya bisa berjalan dengan lancar, banyak sponsor, dan kegiatannya benar-benar bermanfaat.
Oh ya mbak berkunjung balik ke blog saya ya?? saya baru aja bikin blog seminggu yang lalu belum banyak pengunjung… tolong ikut ramaikan ya….
[...] Kisah Ibu Jagoan [...]