Hari Senin -.-”
Siap-siap, hari Senin nanti akan ada topan dan badai disekitar saya. Inilah berkat janji-janji palsu beberapa orang yang berjanji mengumpulkan pe-ernya kepada saya sebelum hari Senin. Buktinya hingga detik ini, belum ada satu pe-er pun yang saya terima. Hiks.
Hiks.. teganya. Padahal saya sudah percaya, padahal janji adalah amanah - kecuali kalau ada konfirmasi sebelumnya tentang masalah delay atau pembatalan atau apalah, yang penting konfirmasi. Kenapa harus gengsi untuk mengakui bahwa kalian tidak sanggup? Kenapa harus gengsi mengakui kelemahan? Realistis sajalah, ukur dengan kemampuan (dan semangat). Saya percaya dengan skill, tetapi yang membuat saya percaya dengan kalian adalah kata-kata “Sanggup” yang kalian lantangkan kepada saya. Itu yang saya percayai dan perjuangkan di hadapan mereka.
Saya mencoba untuk membantu, bahkan saat kalian menghubungi saya di waktu istirahat. Saya tidak suka dengan faktor X yang mungkin akan menjadi alasan kalian untuk tidak mengerjakan tugas. Dengan semampunya, saya sudah berusaha untuk mengeliminasikan faktor-faktor eksternal tersebut. Agar kalian sadar, bahwa saya pun memantau. Dan data membuktikan, bahwa kalian dengan sengaja menunda. Bukan karena faktor eksternal yang menyulitkan, tapi lebih kepada.. entahlah.. wallahualam.
Sedihnya jika dikecewakan. Walaupun begitu, saya tetap percaya dengan kalian.. entah juga kenapa.. wallahualam.
17 comments:



,
Turut bersedih :sad:
siap siap………
siap siap…..
hehehe….Yang sabar dan bijak. OK
sabar2
kesabaran lagi diuji tuh kayaknya..
salam,
seringkali orang gak jujur pada diri sendiri dan orang lain.
padahal kejujuran mungkin kan lebih mempermudah penyelesaian masalah
lain kali ajari mereka untuk lebih sungguh2
weh..o yg kmrn tho non.. wah kenapa kmrn sy kerjakan ya PR sy.. mendingan gak usah dulu biar sy diteror.. :green: (bercanda dink)..
berprasangka baik sj sambil mendoakan spy sgr dikerjakan PR nya.. (sok bijak)
tet, udah di kirim kan pe-ernya si puput tea…cuma emg ada kesalahan teknis… :green:
sabar ya jeng… tapi kalo saya udah tak gampar satu-satu
(gampar pake hati gituh loh) *hayaaaah*
saya kapan dikasih PR non? kekekeke :green:
Hayooooooooooo, semangat, itung-itung melatih kesabaran kan mau jadi calon ibu
kapan ya undangannya sampai.
dari pada ngurut jidat, mending urut punggung saya Jeng :eyelash: bagaimanaaaah mauuuu :
saya pernah memanggil bawahan saya yang bertindak merugikan perusahaan. dengan kata-kata yang lembut, bijak dan tepat sasaran. dia menangis, tersungkur memohon maaf. lantas saya ulurkan tangan, tepuk bahunya dan memapahnya tuk kembali berdiri. satu hal yang terjadi, esoknya dia berkinerja lebih baik lagi.
Saya juga terus percaya dan kepercayaan dikhianati.
semanagt..
halah..
semangat (terlalu semangat untuk berkomentar)
hehehe..
PR nyang mane sih? Duh kok saya jadi o’on gini ya
gravatarnya ganti2 terus
itulah bedanya kerja budaya dengan budaya kerja bu … :green: