Archive for March, 2008

Hari Senin -.-”

Siap-siap, hari Senin nanti akan ada topan dan badai disekitar saya. Inilah berkat janji-janji palsu beberapa orang yang berjanji mengumpulkan pe-ernya kepada saya sebelum hari Senin. Buktinya hingga detik ini, belum ada satu pe-er pun yang saya terima. Hiks.

Hiks.. teganya. Padahal saya sudah percaya, padahal janji adalah amanah - kecuali kalau ada konfirmasi sebelumnya tentang masalah delay atau pembatalan atau apalah, yang penting konfirmasi. Kenapa harus gengsi untuk mengakui bahwa kalian tidak sanggup? Kenapa harus gengsi mengakui kelemahan? Realistis sajalah, ukur dengan kemampuan (dan semangat). Saya percaya dengan skill, tetapi yang membuat saya percaya dengan kalian adalah kata-kata “Sanggup” yang kalian lantangkan kepada saya. Itu yang saya percayai dan perjuangkan di hadapan mereka.

Read more »

Cerita Tentang Saudara Blogger (A-C)

Saya ingin mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau saya jarang banget blogwalking. Hal ini dikarenakan kerjaan yang terus menumpuk dan akan terus seperti itu sampai saya bertemu dengan hari libur Nasional (sepertinya sih). Tenang, saya menikmatinya kok. Alhamdulillah diberikan pekerjaan yang membuat saya deg-degan, senang, kalut, kecewa (kadang-kadang), bahkan ikut-ikut cemas seperti menejer saya yang pintar mengolah emosi-emosi saya itu. :D

Kali ini saya ingin bercerita tentang saudara-saudara Blogger saya, yang sudah memberikan pencerahan sedemikian rupa, menginspirasi, membuat hidup semakin hidup - ibaratnya sih. Hehe. Untuk kalian, terimakasih banyak atas perhatian, kritik, guyonan, support, dan semua hal yang sudah dilimpahkan kepada saya. Jika saya tidak bisa membalas segala kebaikan kalian di dunia, semoga Allah yang membalaskannya kepada kalian. Amin.

Tak kenal maka tak sayang, maka saya ingin memperkenalkan mereka yang ada di list Teman dan Penting. Silakan disantap, mumpung hangat. :D

Read more »

Santai Sejenak

Diluar mau hujan. Awan sudah semakin gelap sejak terakhir saya ke ruang tamu untuk main sama Arkaan (keponakan). Pantas saja seharian terasa gerah, taunya mau hujan.

Istirahat dulu ah, sebelum kembali ditenggelamkan dengan file excel yang katanya menejer saya tadi: Stressed! 100% covered. Paranoid alias berlebihan banget deh. (Padahal saya juga kebat kebit dari kemarin.. hiks).

Kebiasaan buruk saya kalau sedang kerja, selalu ada waktu “istirahat” yang saya tentukan sendiri - diluar istirahat jam makan siang dan jam sholat. Padahal tiap Arkaan sedang main, pasti saya juga ikutan gabung. Hihihi. Tapi anak itu akhir-akhir ini gampang tidur. Jadi tantenya yang manis ini sering bengong - gak ada mainan. Hehe.

Read more »

Jalan-Jalan

Sehubungan dengan postingan saya sebelumnya, tentang pentingnya untuk Berhenti Sejenak, dengan sangat menyesal saya mengabarkan bahwa cuti saya di hari Senin kemarin tersebut gagal total. Tidak ada teman yang menemani, pun juga bingung mau pergi kemana. Akhirnya dengan sedikit manyun, saya hanya cuti dari hampir semua messenger. Berhubung udah terlanjur men-”cuti”-kan diri, saya pun “sah” untuk tidak bekerja terang-terangan. Emang dasarnya saya juga sebetulnya merasa terbebani oleh tumpukan kerjaan yang belum selesai, akhirnya saya bekerja secara gelap-gelapan (tanpa membiarkan atasan-atasan saya mendeteksi kehadiran saya.. hihi).

Untungnya tanggal 21 Maret kemarin hari libur (tanggal 20 Maret saya masih kerja.. hiks). Bergegas saya hubungi partner in crime holiday season untuk meminta dia menemani saya yang manis ini ke Bandung. Dia ini perempuan yang pernah saya ceritakan di postingan saya sebelumnya- temen lama sewaktu SMU. Walaupun sedikit pesimis campur optimis mengenai hotel yang masih menyediakan satu kamar twin bed di Bandung, tetap saja kami tak gentar dan yakin: dimana saja kami berada, akan tersedia tempat berteduh (paling banter tidur di mesjid.. hehe).

Read more »

Menikah (Lagi)

Saya cuma usil pingin buat postingan tentang ini, untuk mengisengi teman saya yang lumayan manis itu, Ajeng, tentang postingannya yang berjudul Indahnya Pernikahan. Omong-omong tentang ini, saya yakin pembaca (tsahhhhh! :green: ) ada yang senyam senyum sendiri, terutama kaum single - seperti saya ini (tanpa bermaksud menggelar promo).

Kenapa sih menikah? Ya secara kodratnya memang kita sudah diciptakan berpasangan. Tidak hanya kita - insan manusia (tsaahh lagi) - yang diciptakan berpasangan, tapi juga hewan, tumbuhan (hmm..?), bahkan siang pun ditemani oleh malam. Tul? Jadi keputusan untuk tidak menikah, jelas-jelas menyalahi kodratnya sebagai insan manusia yang sudah dilengkapi akal dan perabotan lainnya untuk… survive. Yap! Cara manusia untuk mempertahankan ke-eksistensi-annya di muka bumi adalah dengan menikah.

Read more »

Berhenti Sejenak

A : Jeh, gw capek. :(
B : Capek for whaaaaat??
A : Capek sama semua. Kayaknya bertubi-tubi aja. :(
B : Sama. Tapi, insya Allah, di balik kesulitan ada kemudahan. Emang mudah tuk di omongkan & di niatkan. Tp susah untuk di laksanakan.
A : Iyah.
B : Tp yakin deh, smua kan berlalu + kan menuai hal yg baik.
A : “Daya tahan” gw lagi drop kayaknya.
B : Kl begitu, emang enak tuk “mengasingkan ” diri.
A : Iyah.. Lo bener banget.. Gw perlu itu kali. Walopun gw gak kemana2, tp tetep aja gw masih ngetik di keyboard.
B : Lo coba cuti satu hari. Kemana gitu. Dan bilang lo drop banget. Butuh refreshing. Udah, cabut satu hari aja. Emang ga bisa? Kl ga bisa, ancam aja kl lo mau kabur. He he.
A : Bisa kyknya.
B : Nah itu bisa.
A : Senin kali ya.. Gw dah gak kuat lagi ini.
B : Boleh. Gw izinkan koq. :D
A : keekekekkekkk

Read more »

Orak Arik

Beberapa hari terakhir ini, saya jalan-jalan di blogosphere dan menemukan beberapa tulisan-tulisan yang menarik seputar perempuan. Beberapa hari terakhir ini, tulisan-tulisan itu seperti berdengung di telinga saya. Tentang Ibu dan ASI - Ajeng, tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) - Angga , sampai tentang Feminism - James.. sayup-sayup terdengar kalimat dari geng ikan hiu di film Finding Nemo, “Fish are friends, not food” (intermezzo yang tak penting).

Ada apa dengan wanita?

*menghela nafas panjang banget*

Saya menghormati kaum pria. Bahkan berniat untuk mencintai satu pria nantinya (ya iyalah). Bagi saya, pria adalah seperti layaknya hakim yang memimpin pengadilan, presiden yang memimpin suatu negara, dan semacamnya. Pada intinya, pria-lah yang sudah ditakdirkan untuk berada di barisan paling depan. Mengendarai kuda putih dengan sebilah pedang di tangan kanan dan seikat mawar untuk saya di tangan kirinya (hihi - awas jatoh!).

Read more »

Next Page »