Gerrrrrrrraaaammmm…
Background: Di kamar hijau.
Activity: Duduk di area pertapaan sambil silih berganti memandangi monitor komputer, kertas A4 yang dicoreti dengan spidol snowman hitam semalaman dan post-it² yang ditempel di gabus persegi empat yang berwarna hijau.
Music Background: Alunan ayat-ayat cinta penyejuk jiwa (halah… sok novelis).
Status YM: Jangan deket2! Lagi emosi tegangan maut.
Seketika hati saya kosong, otak rasanya seperti ompong, begitu menyimak kalimat per kalimat yang ditulis oleh rekan sejerawat saya. Apa yang harus saya lakukan kalau jawaban sepanjang gaban itu ternyata pada intinya tidak menjawab pertanyaan sama sekali? Dengan jumawa, saya selesaikan satu babak sambil berulang-ulang kali menghela nafas sepanjang-panjangnya dan mengurut-ngurut engsel tangan kanan saya (baca: pegel).
Dengan penuh harap agar rekan sejerawat saya di babak kedua dapat mengerti pertanyaan sehingga jawabannya pun dapat berkorelasi, saya buka lembaran kedua. Hatiku remuk.. patah.. berkeping-keping. Ternyata.. lebih parah dari rekan sejerawat saya yang sebelumnya. Mulai tersungging senyum pahit sepanjang pengerjaan babak kedua. Dengan mata berkaca-kaca (baca: sedih), saya kerjakan babak kedua dengan tidak perlahan tapi pasti.
Tempo ketikan semakin cepat, secepat kerjapan mata yang sudah berkerlip jenaka (baca: ngantuk berat). Sesekali menghapus peluh dan melepas kacamata sambil merenungi arti sebuah tanggung jawab. Lalu babak ketiga dimulai dengan harapan yang masih sama, yaitu menjawab pertanyaan. Tidak perlu benar, hanya menjawab pertanyaan saja.
Sudah.. patah sudah arang.. hancur sudah harapan. Babak ketiga lebih hancur dari babak-babak sebelumnya. Dengan kuciwa, saya tinggalkan area pertapaan dan berjalan lemas ke arah dapur. Mengaduk kopi sekental-kentalnya dengan gula sedang. Berharap akan datang sesosok malaikat yang menyelamatkan saya dari tumpukan-tumpukan kertas yang berceceran disana sini.
Sekembalinya dari dapur dan memegang secangkir (besar) kopi hangat, saya merasa melihat sesosok malaikat yang saya impikan tadi. Ah.. ternyata bukan malaikat.. tapi hanya sepenggal nama di yahoo messenger yang menyapa saya. Sepenggal nama yang entah artinya apa (Jeng, nama lo artinya apaan yak? hehe). Terjadi kolaborasi aneh namun bersimbiosis mutualisme. Beban saya terlepas satu. Ah senangnya..
Dengan pasti, saya absen ke kantor tetangga. Menunggu loading dari aplikasi yang berjudul skype itu cukup membuat segala program yang sedang saya buka agak sedikit “terguncang” (hang maksudnya). Disapa duluan oleh ibu menejer sambil memaparkan hal-hal yang ingin dimintai tolong. Badan ini kembali lemas. Teringat oleh sepenggal nama yang saya puji-puji itu, yang sedang meringankan beban di pundak saya. Kupanggil-panggil namanya tiga kali sambil menghentakkan kaki ke lantai dingin di kamar hijau juga sebanyak tiga kali. Tidak ada asap, tidak ada jawaban. AHH! Pasti ketiduran deh! (Jeng, bangun. Katanya mau ke bank jam 8? Emang ada bank buka jam 8? hehehe).
Sebentar lagi saya akan melangkah keluar kamar hijau dan menyantap cemilan manis dan secangkir kopi hangat lagi. Sebentar lagi saya akan berbincang-bincang dengan sesosok manusia, bukan sepenggal-sepenggal nama di messenger. Sebentar lagi saya akan bertukar cerita dengan menggunakan suara dan kata-kata, bukan dengan keyboard. Walaupun dua jam kedepannya saya akan kembali ke pelukan anda, wahai teknologi yang merampas penglihatanku! (minus jadi naik, ditambah bonus silinder).
Cuaca hari ini mendung. Siap-siap hujan sebelum payung.
Kata-kata mutiara untuk hari ini: Suatu hari nanti, saya akan melihat langit biru. Dikelilingi aroma daun yang harum. Dan menyentuhkan kaki ke tanah. Suatu hari nanti. Mungkin tidak di akhir Januari, atau di bulan Februari. Ah, pokoknya saya mau liburan. Titik.
10 comments:



,
buset dah ritual nulisna banyk

bgt
cape deh
bagus banget tulisannya, kok aku malah kagum ya gak ikutan gerrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrraaaaaaaaaaaaaammmmmmmmmmmmmmm
he..he..he..
@arya: heheehehe.. iyah.. banyak.. ritualnya… (kecapean ngetik)
@mas landy: hohohoho.. makasih makasih.. :green: :green:
sehabis 3x baca ulang, baru ngerti dikit arti posting-nya…*lagi BT
menghentakan kaki 3 kali ketanah kayak gatotkaca mau terbang…..pesan terakhit bacanya lumayan “ngilu”langit aku datang pasti ..,aku datang pasti..
saya melihat ada nada keputus asaan disini ,sebuah kekecewaan yg sangat pada suatu hal (bukan hanya sekedar BT).anda perbanyaklah doa : RABBIY INNIY LIMAA ANZALTA ILAYYA MIN KHAIRIN FAQIR
wassalam
@indo: ho’oh.. bete tingkat gawat darurat
@budi andrian: hehe.. iyah, gatot kaca versi perempuannya (yang manis dan tidak sombong :green: ). terima kasih masukannya ya bud :wise:
dr kemaren mau negor, tp krn stat ym-nya begitu jd takut. ya udah nanya ama ka Aji aja
xixixi
:hehe: knp gak tegor kemaren? kmrn jg banyak ym nya temen2 yg ndak aku bales, takut kl dibales nanti kecolongan curhat.. hehehe (malu)
:p
:eyelash:
@si tobil: jeng.. lo lagi doyan pake tobil2an ya? …. duh mas waluyo ada2 ajah, anaknya sampe diracunin sama tobil. kekekekk.. (*sungkem sama baba* ampun ba’!)