Kendala
Suatu ketika, kumpeni itu, yang tak lain dan tak bukan adalah atasan saya, menanyakan perihal kendala yang saya hadapi seputar pekerjaan (ya iya lah seputar pekerjaan.. emangnya si ajeng yang selalu saya bombardir dengan curhat2 saban malam?). Berhubung saya ini suka sekali curhat mengenai topik apapun (kecuali yang saya segel “restricted” dan hanya dikonsumsi oleh saya dan Tuhan.. kekekkk), lantas berceritalah saya mengenai kendala, lengkap dengan jalan keluarnya (menurut saya yang manis ini aja).
Ini sudah jadi cerita basi sebetulnya. Soalnya jauh-jauh hari saya sudah komplen sana sini tentang kendala ini. Tapi tentu hanya mentok ke beberapa pihak saja, sepertinya tidak ada yang menyampaikan ke si kumpeni itu. Bah… menyebalkan. Mau tau akibatnya? Sekarang si kumpeni dan beberapa pihak itu sedang cemas, kebat-kebit, gara-garanya si kendala ini diamati oleh pihak pemberi dana. Akibatnya, tentu jadi merembet panjang. Alhasil saya juga ikut-ikutan lari sprint ke sana dan ke sini. Ikut-ikutan memikirkan solusi tercepat dan teraman untuk semua pihak. Menyebalkan? Tentoenjaaaaa! Read more »






,