Archive for January, 2008

Malam dan Panci

Semalaman ini saya betul-betul letih. Jiwa dan Raga. Batin dan Lahir (mengambil nafas panjang dan tidak dilepaskan.. :green: ). Setelah beban di hati berkurang setelah curhat colongan kepada seorang saudara yang saya kagumi itu (terimakasih banyak loh ya), saya berniat untuk merebahkan badan yang pegal ini ke tempat tidur. Sebetulnya tidak begitu mengantuk.. tapi beliau berpesan, “HARUS”. Dengan malas, saya seret badan ke kamar mandi untuk membersihkan muka dan bersiap untuk tidur.

Berhubung kamar mandi agak berdekatan dengan dapur, mau engga mau mata ini melirik juga ke dapur. Agak sedikit heran melihat lampu yang terang benderang di ruang dapur. Biasanya kakak saya yang selalu memastikan seluruh rumah dalam keadaan padam, kecuali kamar saya tentunya. Selesai dari kamar mandi, dan memang sudah jadi kebiasaan juga untuk mengecek dapur sebelum tidur (siapa tau ada yang iseng masak??), maka saya iseng jalan ke dapur. Periksa kulkas, isinya tetap segitu-gitu aja. Cek meja makan, masih kosong. Cek lemari, piring-piring masih lengkap.. :green:

Read more »

Tahun Baru Hijriyah (1 Muharram 1429 H)

Selang waktu dari tahun baru Masehi kemarin sampai tahun baru Hijriyah ini malah membuat saya berpikir, rasanya 11 poin penting di tahun ini masih kurang. Adanya tambahan sana sini ujung-ujungnya malah membuat saya sedikit miris. Salah satu kekhawatiran saya adalah tentang tanaman-tanaman saya di lantai atas. Semoga anggrek-anggrekku, mawar, dan tanaman-tanaman lain titipan Ibu saya itu bersabar punya tukang kebun yang seringkali lupa menyiram di pagi hari dan baru disiram di siang hari. Bayangkan.. mereka pasti sudah kehausan tapi harus bersabar menanti saya.. :(

Boro-boro mau diajak buat ngobrol seperti dulu. Dulu saya memang suka ngobrol sama mereka, dipuji-puji biar ge-er.. hehe. Tujuannya biar berbunga dong pastinya. Sekarang lebih sering minta maaf daripada dipuji. Duh.. Saya jadi merasa bersalah.. Semoga di tahun baru ini saya bisa meluangkan waktu untuk bercengkrama dengan mereka. Setidaknya lebih sering dari monitor dan komputer. Amin.

Selamat Tahun Baru Hijriyah

 

(1 Muharram 1429 H)

Premarital Questions

Beberapa hari terakhir ini saya betul-betul sibuk. Jadi (tambah) malas buat keluar rumah, walaupun akhirnya keluar rumah juga (setelah di ‘paksa’ oleh beberapa pihak). :green: Dengan agak malu-malu, saya katakan disini bahwa beberapa terakhir ini saya sibuk YouTubing. :blushing:

Read more »

Mereka Nanya Lagi

Kakaknya teman saya kemarin melahirkan. Berhubung teman saya ini baru mengabarkan semalam (hmm.. dini hari deh rasanya), maka saya, teman saya dan seorang teman lagi berencana ke RS bersalin yang di daerah Cikini itu. Ketemu disana aja.

Selepas dzuhur saya berangkat dengan hati riang gembira. Tidak lama kemudian saya sampai di tujuan dengan selamat tanpa kurang suatu apapun, alhamdulillah. Teman saya ternyata sudah sampai duluan. Di kamar 211 itu, kakaknya teman saya masih tergolek lemas. Dia melahirkan ala caesar karena masalah pada pinggul. Dengan antusias saya tanya perihal induksi dan kontraksi. Teman saya dipastikan bengong melihat saya yang fasih berbicara masalah itu. Hihihi. Gimana engga hapal.. itu akibat mendengar kisah perjuangan kakak saya dulu, selama 2 hari berturut-turut (di RS dan di rumah), sewaktu melahirkan Omar si tampan itu.

Read more »

Ngambek..

Tulisan saya yang panjang lebar itu.. yang niatnya mau di posting itu..

HILANG!

karena lupa kasih judul.. trus main di tutup aja (kirain bakal disimpan secara otomatis sama wordpress ini)

:sad: :sad:

Tahun Baru Lagi (ngelantur)

Tidak terasa tahun sudah berganti (lagi). Tahun baru yang lalu saya dan beberapa teman berkunjung ke Bekasi untuk merenung. Sebetulnya bisa juga dilakukan di rumah. Tapi berhubung kakak saya yang paling cantik itu mengajak (maksa) untuk menginap dirumahnya (tentu dengan iming-iming fasilitas makanan yang nyam nyam), maka kita bertiga sepakat untuk bertemu di masjid sana seusai perenungan. Berkat ketidakberesan koordinasi dari pihak-pihak yang menolak untuk dipublikasikan disini (halah.. gaya.. hihi), maka kita bertiga cukup puas dengan melewati pergantian tahun di masjid itu saja. Bunyi petasan yang mengganggu itu kerap terdengar sepanjang waktu. Alhasil, perenungan yang diharapkan itu ternyata menjadi ajang pelatihan kesabaran.. :sad:

Read more »

« Previous Page