Malam dan Panci
Semalaman ini saya betul-betul letih. Jiwa dan Raga. Batin dan Lahir (mengambil nafas panjang dan tidak dilepaskan.. :green: ). Setelah beban di hati berkurang setelah curhat colongan kepada seorang saudara yang saya kagumi itu (terimakasih banyak loh ya), saya berniat untuk merebahkan badan yang pegal ini ke tempat tidur. Sebetulnya tidak begitu mengantuk.. tapi beliau berpesan, “HARUS”. Dengan malas, saya seret badan ke kamar mandi untuk membersihkan muka dan bersiap untuk tidur.
Berhubung kamar mandi agak berdekatan dengan dapur, mau engga mau mata ini melirik juga ke dapur. Agak sedikit heran melihat lampu yang terang benderang di ruang dapur. Biasanya kakak saya yang selalu memastikan seluruh rumah dalam keadaan padam, kecuali kamar saya tentunya. Selesai dari kamar mandi, dan memang sudah jadi kebiasaan juga untuk mengecek dapur sebelum tidur (siapa tau ada yang iseng masak??), maka saya iseng jalan ke dapur. Periksa kulkas, isinya tetap segitu-gitu aja. Cek meja makan, masih kosong. Cek lemari, piring-piring masih lengkap.. :green:



,