Archive for January, 2008

Senang Tenang

Cuma mau kasih tau aja.. hari ini perasaan saya senang dan tenang. (Harap dicatat, sekarang pukul 04.47 pagi). Bagaimana sampai akhir hari nanti? Apakah tetap senang dan tenang? (sepertinya saya bakal kena marah sih.. hiks). Tapi saya harus tetap konsisten. Senang dan tenang. Senang dan tenang. Ayo semuanya, mari katakan senang dan tenang. Alhamdulillah saya masih diberi nafas. Semoga nafas ini bisa saya manfaatkan sebaik-baiknya, terutama hari ini.

Shoutbox saya tiadakan karena sedang ada kesepakatan yang tertulis (YM) dengan teman saya itu. Jadi kepada pembaca yang sedang blogwalking atau sekadar berteduh disini dan ingin menyapa, sapalah saya.. sapalah saya.. sapalah saya. Sekali lagi, sapalah saya melalui ‘comment box’. Oh satu lagi, terimakasih kepada Bunda Evie yang sudah memberikan saya hadiah berupa penghargaan sebagai Friends Forever. Semoga saya bisa menjadi teman maya yang baik dan selalu keren, insya Allah.

Akhir kata, selamat pagi semuanya dan mari memulai hari dengan menebar amal.

Updated: Shoutbox-nya nongol lagi. Hal ini dikarenakan adanya protes beserta rayuan pulau kelapa yang dilayangkan kepada saya seputar pencopotan shoutbox di blog ini. Berhubung saya ini perempuan lemah yang sedang menantikan pejuang tangguh (hihihi.. gak nyambung), maka saya luluskan proposal beliau untuk memasang kembali shoutbox itu.. (menghela nafas panjang).

Uneg-Uneg-Eneg

Saya sedang kesal. Entah kenapa.. mungkin kesal karena *********** (maksudnya sensor). Atau kesal karena sifat saya sendiri yang suka tidak jelas arahnya mau bagaimana. Seperti yang teman-teman saya komentari, dan saya pun membenarkan, bahwa saya betul-betul menjaga blog ini agar layak dibaca oleh khalayak ramai. Saya pun juga punya bilik html sendiri, tempat saya meluapkan segala emosi saya yang tidak jelas juntrungannya. Cara yang jitu untuk menyalurkan emosi yang sekiranya berbahaya untuk di ekspresikan ke teman-teman saya. Walaupun begitu, hal ini ternyata berpengaruh (agak) besar terhadap hobi saya yang cenderung mengekspresikan apa yang saya rasakan itu. Bilik HTML saya yang satu lagi itu terkadang tidak bisa memuaskan jemari saya.. :(

Read more »

Cerita Hari Sabtu (merasa letih)

Hari ini saya sudah keluar dari sarang hijau saya mulai dari ba’da dzuhur. Rencananya saya mau ngebantuin sepupu saya yang paling manis itu untuk mencari kost baru. Setelah berulang kali diingatkan mengenai jam dan lokasi pertemuan, baik dari sms, telpon, bahkan dari chatting (saya kan rada-rada pelupa..), akhirnya saya berhasil berada di lokasi dan tidak nyasar.. (ayo semua tepuk tangan! :green: ).

Kita janjian di Gajah Mada Mall. Sebetulnya saya sekarang rada-rada malas ke Mall. Maunya saya sih janjian di Bakmi GM aja, sekalian makan siang. Tapi berhubung kantor sepupu saya yang cantik itu lebih dekat ke GM Mall, ya sudahlah. Lalu, kami memutuskan untuk isi perut terlebih dahulu di food court. Pilihan tempat makan saya serahkan kepada sepupu saya berhubung saya ini menyukai makanan hanya sebagai fungsi, yaitu untuk mengatasi rasa lapar. Tidak disangka, saya ditraktir. Hihihi. Terimakasih wahai sepupuku yang cantik. Makanannya biasa aja, nasi goreng dan ayam kecap (walaupun rasa ayam kecapnya lebih enak buatan Ibu saya). Sambil makan siang, tentu dong kita curhat colongan.. namanya juga perempuan.. hihi. Dari mulai alasan dia mau pindah kost sampai merembet-rembet ke jodoh dan pernikahan. Sepupu saya itu mengalami hal yang sama dengan saya. Pertanyaan “Kapan nih?” itu sudah hampir setiap saat terdengar.. :devil: .Siapa sih yang tidak mau menikah secepatnya? *menghela nafas panjang*

Kok jadi ngomongin nikah lagi ya? Baiklah.. kembali ke topik!

Read more »

Pacar Saya…

Baiklah.. berhubung saya sedang bosan kuadrat, maka ijinkan saya untuk bercerita mengenai pujaan hati saya. Yap! Saya punya pujaan hati. Tidak satu, tapi dua. Dua orang lelaki ini sangat saya kagumi (dan saya cintai tentunya). Saya selingkuh? Ah.. kata siapa? :eyelash:

Mereka punya karakter yang bertolak belakang. Satunya pemuda mandiri yang tampan. Satunya lagi agak sedikit ‘kolokan’ tapi untungnya tampan (jadi saya maafkan deh). Mereka saling kenal, tapi tidak terlalu akrab. Suatu ketika si pemuda yang mandiri nan tampan itu pernah menyaksikan aksi manja dan kolokannya si pemuda yang satu lagi. Alhasil si pemuda yang mandiri itu hanya terdiam dengan mimik muka yang terheran-heran.

Read more »

Dan Ketika Kita Dewasa

Waktu itu saya lagi menggentayangi blog teman-teman saya. Lalu tersandung ke blog Jeng Wirda dan membaca tulisan wanita mungil ini tentang menghilangnya saya dari dunia blogging beberapa waktu yang lalu. Hihihi :green:

Saya lagi bingung. Itu alasannya.

Sewaktu dibicarakan dengan kedua perempuan lainnya, Ajeng dan Santi YangSatuLagi, keduanya sepakat bahwasanya saya harus bertanya dengan ahlinya, yaitu salah satu teman kami yang kabarnya sedang berkunjung ke Jakarta. Hal ini juga sering saya bahas dengan Jeng Wirda, dan alhamdulillah cukup banyak membantu (terimakasih loh jeng.. hehe).

Tapi masih ada yang sampai sekarang masih saya pikirkan. Apalagi dengan celetukan-celetukan Ibu akhir-akhir ini. Pertanyaan-pertanyaan beliau menjadi pertanyaan-pertanyaan saya juga.

Read more »

Masak Masakan

Ibu saya pulang ke kampung halaman kemarin. Sendiri lagi.. seperti dahuluuu.. (sambil pegang sisir). Saya jadi pingin ikutan pulang. Tapi yah.. emang situasi lagi engga mendukung. Padahal saya masih kangen sama masakan beliau.

Sewaktu ibu saya disini, wah.. rasanya saya semangat betul kalau ke dapur. Harum masakan melulu. Duh.. kasihan juga kakak saya. Kehilangan koki handal yang sering masak makanan yang bergizi tinggi.. hehe. Paling-paling sekarang makannya ikan lele goreng lagi, ayam goreng, nasi goreng, pokoknya semua serba goreng. Dulu saya suka masak sup gakjelasnamanyaapaan. Enak sih, tapi dasarnya kakak-kakak saya itu paling pelit sama pujian. Giliran udah jadi, dicela. Giliran udah habis, ngamuk.. trus minta dibuatin lagi. Yee.. maaf ya.. gak ada siaran ulang. Saya paling sebal kalau lagi masak di protes. Tapi masakan saya lumayan enak kok (muka polos). Waktu itu saya pernah mengundang beberapa teman untuk makan di rumah saya. Yang masak opor ayamnya tentunya saya dong (hahaha). Walaupun makanan pelengkapnya dengan gemilang dihancurkan oleh salah satu pacar teman saya yang katanya bisa masak (ngelirik tajam ke Ajeng)

Read more »

Saya dan Penelpon Gelap

Siang tadi, ketika saya (agak) sibuk mengetik sambil mendengarkan lagu dari Imeem si Ajeng, tiba-tiba telpon rumah berdering. Agak sedikit malas rasanya kalau harus menghentikan pergerakan jemari yang lagi semangat untuk mengetik. Telpon itu tiga kali berdering, yang artinya seluruh penghuni rumah mungkin sedang ’sibuk’ seperti saya. Di dering keempat, saya bangkit dari kursi, buka pintu kamar dan meraih telpon di seberang kamar saya.

Terdengar suara bapak-bapak yang bersikeras bertanya tentang keberadaan Ibu Nunung. Dengan jelas saya katakan bahwa di rumah ini tidak ada yang bernama Ibu Nunung. Ada juga Ibu Santi. Hihihi.

Read more »

« Previous PageNext Page »