Cerita Hari Sabtu (merasa letih)
Hari ini saya sudah keluar dari sarang hijau saya mulai dari ba’da dzuhur. Rencananya saya mau ngebantuin sepupu saya yang paling manis itu untuk mencari kost baru. Setelah berulang kali diingatkan mengenai jam dan lokasi pertemuan, baik dari sms, telpon, bahkan dari chatting (saya kan rada-rada pelupa..), akhirnya saya berhasil berada di lokasi dan tidak nyasar.. (ayo semua tepuk tangan! :green: ).
Kita janjian di Gajah Mada Mall. Sebetulnya saya sekarang rada-rada malas ke Mall. Maunya saya sih janjian di Bakmi GM aja, sekalian makan siang. Tapi berhubung kantor sepupu saya yang cantik itu lebih dekat ke GM Mall, ya sudahlah. Lalu, kami memutuskan untuk isi perut terlebih dahulu di food court. Pilihan tempat makan saya serahkan kepada sepupu saya berhubung saya ini menyukai makanan hanya sebagai fungsi, yaitu untuk mengatasi rasa lapar. Tidak disangka, saya ditraktir. Hihihi. Terimakasih wahai sepupuku yang cantik. Makanannya biasa aja, nasi goreng dan ayam kecap (walaupun rasa ayam kecapnya lebih enak buatan Ibu saya). Sambil makan siang, tentu dong kita curhat colongan.. namanya juga perempuan.. hihi. Dari mulai alasan dia mau pindah kost sampai merembet-rembet ke jodoh dan pernikahan. Sepupu saya itu mengalami hal yang sama dengan saya. Pertanyaan “Kapan nih?” itu sudah hampir setiap saat terdengar..
.Siapa sih yang tidak mau menikah secepatnya? *menghela nafas panjang*
Kok jadi ngomongin nikah lagi ya? Baiklah.. kembali ke topik!
Sebetulnya sepupu saya itu pernah tinggal seatap dengan saya selama beberapa tahun. Tapi berhubung kantornya sekarang jauh dan dilengkapi dengan lalu lintas yang stress-nya mengalahkan perjalanan pulang kampung, maka sepupu saya memutuskan untuk kost di dekat kantor.
Seusai makan siang, kami mulai berkelana ke pesisir kota (halah..). Kost pertama yang kami kunjungi itu sebetulnya cukup nyaman. Apalagi sewaktu kami selesai menginvestigasi, disana-sini mulai terdengar alunan adzan (artinya banyak masjid). Mbak yang bukain pintu itu juga ramah sekali. Saya suka kamar yang di atas. Ventilasinya cukup memadai, sharing AC, dan dekat dengan tempat jemuran. Sewa perbulannya juga masih masuk akal. Tapi yang mau nge-kost kan bukan saya. Hehe. Sepupu saya juga suka, tapi tangga menuju ke kamar itu benar-benar uji nyali. Untuk setapak kaki saja tidak cukup. Lagipula kamar mandi terletak di bawah. Wah.. betul-betul uji nyali. Untuk kost pertama, jawabannya adalah pending.
Sebelum melanjutkan investigasi ke kost incaran ke dua, kami memutuskan untuk ashar di kost sepupu saya. Ini adalah kunjungan pertama saya ke kostnya yang terletak di daerah roxy itu. Kamar sepupu saya ternyata cukup luas. Tempat tidurnya juga lega dan terdapat satu kulkas ukuran sedang di samping tempat tidur (hadiah kantor waktu 17 Agustus-an). Kamarnya juga dilengkapi dengan TV dan kipas angin ukuran besar.
Ahh.. nyamannnnn. Dengan sukacita, saya langsung rebah-rebahan di tempat tidurnya sambil peluk guling. Dan bisa ditebak, saya pun tertidur sampai menjelang maghrib. Sewaktu saya tidur, saya bermimpi tentang kacamata saya. Ternyata kacamata saya itu tertinggal sewaktu kami makan siang di GM Mall. Ah.. Santi.. Santi.. kok ya kacamata bisa ketinggalan..
Konsekuensi yang harus saya hadapi adalah menjadi agak buta untuk beberapa hari, sampai saya bisa mendapatkan frame dan memasang lensa lengkap dengan minus dan silindernya.
Selepas maghrib, kami mau menjajal pempek roxy sambil lihat-lihat kost di sekitarnya. Kost ke dua ini cukup nyaman. Ventilasi, yang selalu saya utamakan, cukup baik. Peraturan kost juga cukup ketat. Dan yang membuat hati berbunga-bunga, ibu kost baru punya cucu (bayiii.. hihihi). Saya melirik ke tempat setrika yang sedang dipenuhi dengan kaus kaki dan baju bayi.. (jadi kangen Omar dan Arkaan.. hiks). Tapi jawaban untuk kost ke dua ini adalah pending.
Lalu.. laluuuu.. ahaha.. makan pempek di roxy. Kami nyaris tidak berkedip sewaktu melihat ‘pempek panggang’ di daftar menu itu. Sudah lama engga makan pempek panggang.
Pempek panggang itu adonan ikan dan tepung terigu yang dibentuk bulat pipih lalu dipanggang. Setelah matang, salah satu sisinya disayat dan dimasukkan bumbu-bumbu (biasanya gerusan udang kering, kecap, dan gerusan cabe hijau-buat yang suka pedas). Rasanya.. mantap! Ponten untuk pempek panggang di roxy ini kami nilai 8 (ponten 9 dan 10 hanya untuk pempek panggang di Palembang). Hehe.
Kami juga memesan Lenggang Bakar disitu. Buat yang engga tau Lenggang Bakar, itu bukan orang yang sedang meLenggang lalu di bakar. Tapi adonan pempek yang dikocok rata dengan telur (biasanya telur bebek) lalu dipanggang dengan wadah yang terbuat dari daun pisang. Sesampainya Lenggang Bakar di meja kami, sontak saya dan sepupu saya protes.
Pertama, tidak adanya indikasi ‘bakar-membakar’ di Lenggang Bakar tersebut (biasanya kan ada bekas hitamnya tuh), dan yang kedua, kok bisa Lenggang Bakarnya dingin, kaku, dan keras begitu. Mas yang jual berkata, “Beneran kok, Bu.. ini Lenggang Bakar”. Soalnya saya menuding ini Lenggang Oven. Hehe. Maaf Mas, soalnya anda jual Lenggang Bakar sama orang Palembang sih.
Ya sudahlah, dimakan juga kok. Dalam hati, saya semakin tidak rela ini dinamakan Lenggang Bakar. Mana ada ceritanya Lenggang Bakar yang tersohor nikmat itu begini keras. Ponten untuk Lenggang Bakar di roxy ini adalah -1. Selesai acara makan malam, saya pamit pulang ke sepupu saya. Selain sudah agak malam, badan saya mulai terasa pegal linu. Oh.. ternyata.. roxy itu.. macetnya.. luarrrrrr biasaaaaaaaaa. Sabar.. sabar..
Sesampainya di rumah, saya terheran-heran dengan gemilang. Sejak kemarin saya agak sedikit susah untuk mengakses halaman situs yang berakhir dengan blogspot.com. Sekarang bukannya lebih baik malah bertambah parah, google.com juga ikut-ikutan. Edan.. Tanpa ba-bi-bu, langsung saya hubungi CS Fastnet yang tercinta. Begini kesimpulannya:
Ternyata kabel optik yang di bawah laut (sepertinya milik Indosat) itu sedang ada gangguan dan sedang dilakukan perbaikan. Menurut jadwal, insya Allah, selesai diperbaiki pada tanggal 25 Januari 2008. Lalu, Fastnet ini mengalokasikan koneksi internetnya ke satelit. Bisa ditebak, koneksinya pun maju-mundur dan tak tentu arah.
Sebagai pengguna Fastnet yang budiman, saya tidak mengajukan protes apapun. Kejadian seperti ini kan hal yang wajar toh? Pertanyaan saya kepada CS Fastnet yang tercinta itu hanya satu, kenapa tidak ada pemberitahuan tentang ini. Tidak ada email, apalagi surat cinta. Untung akses ke situs-situs kantor masih bisa saya akses dengan lancar. Ah.. betul-betul hari yang melelahkan..
Jadi, kepada teman-temanku tercinta, mohon maaf nya jika saya tidak bisa mengunjungi halaman website anda yang berakhir dengan blogspot.com. Kalaupun bisa, percayalah.. itu adalah mukjizat.
Update: Dini hari, 5.21 AM, Jan 20, 2008: blogger.com dan google.com bisa diakses tanpa masalah yang significant. Sekian dan terimakasih.
4 comments:



,
Mo coba lenggang bakar beneran yg pointnya 10 + ga ??
Senin besok gw bakalan keluar dari kejamnya hutan rimba di Sungai Lilin-Muba, dan menuju kota tercinta Palembang.
Bakalan kembali ke peradaban dan mencoba berbagai aneka jenis pempek, tekwan, model, lenggang dan Mie Celorrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr.
Bakalan banyak Mak Nyussssssssssssssssssss
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…. saya mauuuuuuuuuuuuuuuuu!! :sad: :sad:
-Rahman-
@Rahman: aeaehaehaheaa
terimakasih pujiannya..