Teman Saya
Saya pernah kedatangan teman lama. Nona cantik, berambut hitam-panjang, berdarah Sumatra (jadi wajahnya itu berkarakter tegas ala Sumatra deh) dan pinter dandan. Saya kenal dia sejak 2000, waktu saya kuli-payah di akademi sekretaris di Jakarta Timur itu.
Lumayan kaget lihat dia tiba-tiba muncul. Soalnya nona satu ini suka ‘timbul-tenggelam’. Kadang-kadang susah dihubungi, kadang-kadang ya seperti itu.. tiba-tiba datang ke rumah. Nona ini sedang menjalin hubungan dengan laki-laki yang sudah berjalan selama kurang lebih setahunan. Tapi bukan pacaran, menurut mereka. Cuma jalan kalau malam minggu, telpon-telponan kalau kangen, tidak pacaran dengan orang lain, dan lain lain seperti pasangan yang sedang pacaran. Nah trus, dalam rangka apa Nona ini datang menemui saya? Untuk curhat pastinya.
Nona ini ceritanya sedang marah besar dengan si laki-laki. Sambil menitikkan air mata, nona ini bilang ke saya kalau dia memutuskan untuk putus hubungan dengan si laki-laki itu. Katanya lagi, hubungan mereka memang sudah tidak bisa dipertahankan. Sambil manggut-manggut kepala, saya mendengarkan cerita Nona ini dengan seksama.
Saya berkesimpulan masalah mereka sepertinya besar nih. Sampai-sampai Nona ini mau putus hubungan. Padahal dulu, sewaktu teman-teman si Nona ini terang-terangan menyatakan ketidaksukaan dengan teman prianya yang itu, Nona ini tidak bergeming sedikitpun.
Saya melirik jam, sudah jam setengah dua pagi, artinya session curhat sudah berlangsung empat jam. Bantal saya sudah basah sama airmata Nona ini. Berpuluh kali teman prianya mencoba telpon Nona ini, tapi selalu di-reject.
Tepat pukul tiga dini hari, Nona ini akhirnya menceritakan permasalahan sebenarnya. Mengapa Nona ini memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan teman prianya. Mengapa Nona ini begitu kecewa, marah, sakit hati, dan sebagainya. Mengapa menurutnya teman prianya itu tidak layak untuk dicintai lagi..
Adalah karena..
Teman prianya berkata..
Kamu kan pendek gitu sih ya. Walaupun pake sepatu high heels, tapi tetep aja engga ngaruh ya.
……..
2 comments:



,
haiya, udah seru bgt ngikutin ceritanya dr awal. layaknya nonton pilm nya stephen king! eh endingnya ternyata karena “she vs high heels” wew
bilangin cowonya, biar dikata sejangkung pohon bambu, umur 50 juga tetep keriput dan bungkuk hihi
nice blog en’ thanks for visiting mine
huehuehue
nanti saya sampaikeun sama dia, kalo dia jg curhat sama sayah.. :green:
makasi putra, udah dikunjungi :eyelash: