Pernikahan (IniTulisanYangKeBerapaYa?)
Wah.. I’m speechless.
Berita akbar datang dari teman dekat saya. Saya sampai terharu biru dengar kabar dari beliau tadi. Selamat yaaa! Semoga prosesnya dilancarkan dan diberi kemudahan oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Amin!
Hidup ya begitu saja ceritanya.
Akhir-akhir ini ada 3 perempuan yang selalu membicarakan topik yang sama kalo lagi telpon saya. Topik yang sama yang selalu ibu saya ajukan kalo saya lagi disebelah beliau. Topik yang selalu saya dengar dari keluarga saya sejak 2 tahun yang lalu. Topik tentang pernikahan. Hhhh!
Dua tahun yang lalu, 3 perempuan itu tentu masih berkomentar, “Ihh.. masa nikah di umur segini sih? Gila aja kalii” setiap kali membicarakan topik ini. Sekarang komentar mereka, “Iya nih, gw juga bingung dan deg-degan.” atau “Pengennya sih tahun depan, doain gw ya!” atau “Si itu dan si anu udah mau merit lho. Gw kapan ya?”. Hehe.
Salah satu dari tiga perempuan itu bahkan sudah mengibarkan bendera merah siaga 4 dan mendaulat bahwa harus diadakan pertemuan secepatnya karena beberapa teman kami yang beberapa bulan yang lalu menikah sedang positif mengandung (aneh.. kenapa mesti heran ya?). Saya agak sedikit malas kalau mesti ngumpul-ngumpul untuk membicarakan hal-hal macam beginian. Soalnya, selain gak penting buat dibahas, trus juga ini bukan suatu permasalahan yang harus didiskusikan untuk dicari solusinya, dan juga.. emang jodoh belum dateng aja kali (makanya belum ada yang ngelamar.. heuehuehue).
Tapi terutama teman yangsatulagiitu, wah.. paniknya minta ampun waktu dengar si itu si anu lagi mempersiapkan pernikahan. Padahal teman yangsatulagiitu juga sedang “proses” (denger-denger sih) hihihi. So practically, I can’t SEE a problem here, girl! Nanti toh dirimu juga akan segera melangsungkan akad nikah (insya Allah, amin!). Cie cieeeeee.. yang baru disetujui oleh ortu. Hehe.
Kenapa mesti panik sih? (Nawwww.. look who’s talking!) huhuhu.
Udah ah, ngebahas ini mulu deh. Heran. Ganti topik aja yuk!
Ngomong-ngomong nih, saya kok laper ya gara-gara posting ini?
2 comments:



,
Emang kadang2 suka panik sich
bukannya apa2, khan kita menikah selain utk mengikuti sunnah Nabi s.a.w kita juga ingin mendapatkan keturunan. Nahhh secaraaaa, wanita itu, diberikan batasan untuk “produktif”. Jadi mungkin itu yang bikin paling deg2an.
Ya Allah berikanlah aku pendamping hidup yang Engkau pilihkan dan jadikanlah ia sebagai penenang hatiku, penjaga imanku dan pembuka pintu surga bagiku. Amin :-)
Iya Jeng. Saya setujuh tuh untuk paragraf pertama dan kedua. Makanya, yuk buruan nikah. Hihihi..
Amin Amin Ya Rabb’al Amin.