Pantai vs Omar
Saya suka pantai. Anda suka?

Ini salah satu pantai di Jawa. Saya kurang tau juga letaknya dimana (lagi ditanyain ke Mas Anggun - yang punya foto). Pantainya bagus dan bersih (tuh liat deh, gak ada sampah kan?). Pantai ini berlokasi di kampung halamannya Mas Anggun - dulu rekan kerja.
Dulu, waktu SMA, saya kurang begitu suka sama pantai. Menurut saya dulu sih, pemandangan pantai ya gitu-gitu aja. Saya dulu lebih suka kalau ngeliat pemandangan dari puncak gunung. Karena tubuh ini makin renta (halahh..) dan gak ada kesempatan untuk naik-naik-ke-puncak-gunung-tinggi-tinggi-sekali, jadinya saya sekarang suka sama pemandangan pantai. Kurang tau juga yang saya suka dari pantai apa. Mungkin karena ‘ketenangan’ yang tercipta waktu melihat ombak dan laut yang biru yang bisa memancing imajinasi saya untuk berkeliaran kemana-mana. Atau dengan duduk manis di pasir yang bersih (dibawah pohon kelapa, sambil minum teh botol sosro, makan seafood bakar) ternyata bisa mengalahkan sihir Jakarta yang (kadang) berhasil menjatuhkan mental saya sebagai manusia (wihhh.. sadis!).
Omong-omong soal pantai, sebenarnya saya lagi pingin liburan (mumpung mau libur panjang di bulan Desember nanti). Saya lupa terakhir liburan kapan, kayaknya udah bertahun deh. Maka dari itu, saya perlu cuti. Cuti dari Jakarta dan segala pernak-perniknya yang selalu buat saya lupa kalau pada dasarnya saya ini cuma manusia yang berhati lemah dan sebagainya dan sebagainya. Cuti dari macet dan cuaca panas YangTiadaTara. Cuti dari acara-acara sosialisasi yang harus dijalani (kalo gak mau di cap sombong, dituduh udah melupakan teman-teman lama, dan lain lain). Cuti dari komputer dengan segala program-program windows-nya dan dunia internet yang berhasil menambah minus kacamata saya dengan bonus “silinder” yang ternyata sudah satu koma sekian. Pokoknya saya sudah ketemu 1000 alasan urgent mengapa saya harus CUTI. C.U.T.I !!
Tapi.. emang belum berjodoh dengan pantai kayaknya.
Tadi kakak saya telpon, ngajak curhat. Ternyata saya diperlukan untuk jadi babysitter-nya Omar yang-paling-ganteng-dan-paling-lucu.

Katanya lagi, si mbak (yang bantu-bantu untuk bersih-bersih dan masak-masak) masih agak kagok kalo pegang Omar. Maklum, Omar kan masih bayi. Dan katanya lagi, Omar sekarang udah tau caranya teriak. Jadi kalau kakak saya pergi sebentar, dipastikan Omar pasti teriak-teriak. Papa-nya Omar belum berhasil buat gendong-gendong Omar sampe Omar diem. Kata kakak saya sih yang bisa buat Omar diem, kalau di gendong sama dia, eyang-nya Omar (ibu saya), dan saya (duluuu.. waktu Omar masih bayi bangett.. tau deh ya kalau sekarang).
Jadi, rencananya sih, liburan Desember nanti bakal tamasya di Bekasi YangNunJauhDisana aja.
No comments yet.



,