Mode

Di luar hujan lho. Tadi saya shopping ke Alfamart sebelah rumah (mau beli roti-rotian buat ganjel perut), wah.. ternyata hujan-nya lumayan deras ya. Tapi tau aja dia, saya mau keluar rumah.. jadinya hujannya mendadak jadi rintik-rintik. Hehe.

 

Di sebelah Alfamart itu ada sekumpulan anak-anak yang heboh berambut gimbal (hiii) dan bertato. Seperti saya yang juga takjub sama gaya berpakaian mereka, mereka pun gak kalah herannya dengan saya dan mempertanyakan makhluk apa yang berani keluar rumah dengan pakaian serabutan dan gak jelas ini. Ya ya.. saya bisa melihat tatapan-tatapan aneh itu dengan lirikan satu detik (hebat kan? hehe).

 

Kalau dilihat-lihat sih, emang pakaian saya rada-rada aneh. Daster panjang se-mata kaki berwarna biru dengan motif bunga-bunga gak jelas+baju tangan panjang warna merah+jeans biru+jilbab panjang warna hitam+sepatu hitam. Hihihi.

 

Gak pa-pa deh. Yang penting kan aman dan nyaman. Hihi.

 

Dulu waktu di kampus saya juga termasuk pengikut mode TabrakLariEmangGwPikirin. Yang mana rok bermotif garis-garis dengan lancangnya saya kombinasikan dengan kemeja bunga-bunga. Celakanya waktu itu lagi di kelas Pengetahuan Kesekretarisan (yang inti module-nya sih pembelajaran tentang grooming dan berpakaian profesional ala sekretaris). Selesai kelas, dengan tenang saya melangkah keluar kelas. Di dekat pintu saya dicegat oleh Ibu Dosen dan meminta saya tinggal sejenak karena ada sesuatu yang mau dibicarakan. Kirain mau ngomongin apa.. taunya doi protes sama mode TabrakLariEmangGwPikirin. Katanya tidak appropriate sebagai calon sekretaris yang sedang menuntut ilmu di sekolah sekretaris nomor satu di Indonesia (katanya). Ibu Dosen memberi tips cara berpakaian ala sekretaris menurut versi kampus saya. Dengan masygul saya iya-kan tips beliau dan berterimakasih atas sumbang sarannya. Apakah saya patuh dan mengikuti mode yang seperti beliau sarankan? Tentu saja tidak.

 

Dari dulu saya bukan tipe perempuan yang ikut mode ini dan anu. Saya percaya bahwa pakaian diciptakan untuk membuat manusia nyaman dan aman. Tidak lebih, tidak kurang. Kalau saya nyaman dan aman dengan mode TabrakLariEmangGwPikirin, itu hak asasi saya sebagai manusia. Tidak ada peraturan yang mengharuskan saya untuk mix-and-match pakaian ala majalah. Kalau menurut saya pakaian warna biru gelap lebih bagus daripada pakaian warna-warni mejikuhibiniu dan dengan style seperti pakaian anak umur 5 tahun, itu pun hak saya.

 

Akhir cerita, saya jadi sering main kucing-kucingan dengan dosen saya tadi. Beliau juga geleng-geleng kepala kalo lihat saya muncul di kelas dengan mode yang menurut beliau tidak sesuai dengan norma-norma kesekretarisan tadi, misalnya: rok krem dengan motif bunga-bunga dikombinasikan dengan kemeja kotak-kotak warna hijau. Hihi. Maaf Bu Dosen.

 

Waktu dulu di kantor pun pakaian kerja saya ya begitu saja. “Penyelamat” saya adalah blazer yang selalu panjang dan berwarna hitam atau warna-warna netral. Seperti atasan-atasan saya yang saking sibuknya jadi enggak memperhatikan pakaian sekretarisnya macam gimana, saya pun juga sudah direpotkan dengan urusan kantor sehari-harinya. Jadi, siapa peduli? Hehehe. Yang penting kerjaan beres toh?

 

Sejak saya mengundurkan diri dari dunia persekretarisan, akhirnya saya bisa bernafas lega karena bisa melepaskan diri dari kewajiban memakai blazer dan sepatu hak pantofel. Horeeeeeeee!

No comments yet.

:rose: :wink: :tears: :?: :girl: >:) :D (:| B-) @-) :- :-> 8-} :puke: :-h :chicken: =(( :-f /:) :)) :-B :(( :bald: :nerd: :skull: :-j #-o :-? :funny: :-< :blush2: #:-S :boy: :bow: :^O :) :-S :-e :-* :idea: :mad: :wtf: :-/ :alien: ;;) =)) :pray: :!: ;) :-SS :( :d :D/ :x 8-> [-( :monkey: :lol: :money: =D> I-) :party: :drool: =; :h :)] :g :flat: :dunno: :-$ :blushing: :-v ~x( :pumpkin: X-( :stars: :| :arrow: :roll: ;)) 8-| :devil: :-w :cow: L-) :-c :o) :mrgreen: :-m O:-) :alien1: >:P :devilish: :-p <):) :-O

Write a comment: