Seberapa pentingkah Cinta dalam memilih pasangan hidup?
Konsepnya dulu (dan sampe sekarang kayaknya); flirting, pacaran, trus pacaran lagi, trus pacaraaaaann lagiii, entah sampe berapa tahun, trus kalo dilamar (en baik2 aja alias gak putus) nikah deh. Tapi kalo ternyata putus, brarti back to single status, then do it all over again, i.e. flirting, pacaran, etc.
Konsekuensi Cinta itu banyak, apalagi selama masa pacaran. Salah satunya, kehilangan sistem obyektifitas dalam membuat keputusan. Tadi barusan ngobrol sama sepupu (yang digosipin sama keluarga besar kalo dia bakal merit (Insha Allah) taun depan). Ternyata sepupu gw itu lagi dilema antara pacar yang sekarang dengan mantan pacarnya. Problemnya klasik, putus sama pacar yang kemaren karena gak direstuin sama ortu (padahal katanya sih masih Cinta). Pacaran lagi sekarang sama cowok yang ternyata serius cari calon istri. Jadilah dia ngerasa terjebak sama situasi, berhubung ortu ternyata suka sama pacarnya yang sekarang.
Tadi gw sumbang suara, supaya dia ngeliat compatibility calon2nya itu. Dia jawab, dia lebih berat sama Cinta (still in love with that ex-bf). Artinya, yang terbaik adalah yang dia Cinta. Naaawww… gw jadi tertarik sama obrolan singkat sama sepupu gw itu. Pengen ngobrol banyak sama sepupu gw tapi takut dibilang gw menggurui.. ^_^. Akhirnya gw cuma dengerin abang ipar & kakak gw nasehatin dia.
I say, love might fade away one day. Or, reform into something else (but we still call it “Love” anyway).
Konsekuensi Cinta dalam pacaran yang kayaknya gak bisa gw handle lagi: kehilangan sistem obyektifitas, heartaches, broken hearted, jealousy, insecurity, and MANDY MOREEEE.. :p.
Cinta dalam pernikahan kayaknya jauh lebih real (Note: kalo dapet partner yang sepaham ya. Kalo dapet partnernya yang meremehkan legitimasi pernikahan sih.. wahh.. Naudzu billahi min dzalik!). Tapi yaa.. kayak nyokap gw bilang, cita-cita pasangan yang baru nikah sih hebat-hebat. Salah satunya, jadi pasangan yang sakinah, warrahmah, mawaddah.
Sakinah: adanya hubungan harmonis dalam keluarga (kenyamanan).
Warrahmah: ikatan cinta, atau kasih sayang.
Mawaddah: ibarat tempat maka ia adalah bangunan kokoh, maka pasangan yang sudah menikah diharapkan mempunyai komitmen berumah tangga agar tidak menyebabkan perceraian.
Question: Apakah cukup hanya Cinta untuk membuat keluarga yang sakinah, warrahmah dan mawaddah?